Polres Bandara Soekarno-Hatta akan memeriksa oknum petugas rapid test Bandara Soekarno Hatta

oleh -243 views

Polres Bandara Soekarno-Hatta akan memeriksa oknum petugas rapid test Bandara Soekarno Hatta (Soetta) setelah melakukan klarifikasi dengan LHI, perempuan yang mengaku mendapatkan perlakuan tak senonoh dan pemerasan.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, penyidik juga telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial EFY dan berencana meminta keterangannya, setelah memeriksa korban selaku pengadu di Bali.

“Inisialnya EFY, secepatnya kita lakukan pemeriksaan untuk bisa menentukan tindak lanjut ke depannya seperti apa dari kasus dugaan pelecehan,” katanya, Senin (21/9/2020).

Dalam kasus ini, kata Yusri, polisi cepat tanggap dengan upaya jemput bola. Penyidik meminta keterangan dari yang merasa menjadi korban terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena tidak ada laporan pengaduan ke polisi terkait tindakan yang dapat dikategorikan melanggar hukum.

Seperti diberitakan, seorang perempuan berinisial LHI melalui akun Twitter @listongs mengaku menjadi korban pelecehan oleh oknum dokter ketika menjalani rapid test, di Bandara Soetta. Hasil pemeriksaan rapid test menunjukan dia reaktif Covid-19. Namun, seorang petugas menawarkan diri bisa mengubah data hasil rapid tes korban menjadi nonreaktif dengan biaya. Korban akhirnya mentransfer sebesar Rp 1,4 juta. Tak hanya itu, oknum petugas tersebut juga melakukan pelecehan seksual. Cerita perempuan ini kemudian viral di jagat maya.

Karena warga yang merasa menjadi korban menyampaikan melalui cuitan di media sosial maka piihak kepolisian harus mengklarifikasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. “Kami harus berangkat dari pengadunya dulu. Petugas sudah ke Bali dan sudah bertemu dengan pengadu ini,” tandasnya.

728×90 Leaderbord