PP PBSI sudah menduga akan dibatalkannya ajang Singapura Terbuka (Singapore Open) 2021

oleh -316 views

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sudah menduga akan dibatalkannya ajang Singapura Terbuka (Singapore Open) 2021. Dampak pandemi Covid-19 seperti yang terjadi pada Malaysia Terbuka yang mengalami nasib serupa juga tidak bisa dihindari. Namun pembatalan ini merugikan pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emmanuele Widjaja yang sedang mengejar tiket Olimpiade Tokyo.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky menuturkan, dugaan tersebut didasari dari peraturan Singapura yang sangat ketat dalam menahan laju pandemi sehingga akan menyulitkan pergerakan atlet untuk bisa tampil maksimal.

“Saya kira wajar saja, kalau BWF akhirnya membatalkan Singapura Terbuka. Pembatalan itu memang keputusan yang tepat, walaupun bagi kita sangat merugikan karena Hafiz/Gloria jadi kehilangan kesempatan mengejar tiket Olimpiade,” tutur Rionny melalui keterangan resmi PBSI, Rabu (12/5/2021).

Dengan batalnya turnamen di Singapura, maka praktis timnas bulutangkis juga kehilangan kesempatan untuk melakukan turnamen pemanasan sebelum melenggang ke Olimpiade Tokyo bulan Juli.

Menyikapi pembatalan ini, PBSI tidak ingin secara gegabah melakukan protes kepada BWF dan akan melakukan kajian serta berkoordinasi dengan induk bulu tangkis Asia sebelum memastikan melayangkan surat protes.

“Yang sangat dirugikan memang ganda campuran kita (Hafiz/Gloria) yang berada di peringkat kritis, dari peringkat delapan ke sembilan. Harusnya BWF lebih bijak dan netral dengan tidak memasukkan kejuaraan Eropa ke dalam kualifikasi Olimpiade,” Rionny menegaskan.

Saat pandemi seperti sekarang banyak turnamen di seluruh dunia yang mengalami pambatalan, sehingga akan mengurangi proses pengumpulan poin pemain. Padahal poin tersebut penting bagi atlet agar bisa lolos ke Olimpiade.

No More Posts Available.

No more pages to load.