Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan ia sudah bosan bicara tentang pendahulunya

oleh -508 views

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan ia sudah bosan bicara tentang pendahulunya, Donald Trump, ketika ditanya dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi CNN, Selasa (16/2/2021) malam waktu setempat atau Rabu WIB.

“Selama empat tahun, semua yang muncul di berita hanya soal Trump. Dalam empat tahun ke depan, saya ingin memastikan bahwa berita yang muncul adalah soal rakyat Amerika,” kata Biden yang disambut tepuk tangan pemirsa di studio.

“Saya sudah bosan bicara soal Trump,” imbuh Biden, yang saat itu ditanya tanggapannya setelah Trump dibebaskan oleh Senat dalam sidang pemakzulan.

Biden memang terlihat menghindari penyebutan nama Trump selama wawancara itu, sesekali menyebutnya dengan kata ganti “si mantan”.

Presiden dan para pembantu dekatnya secara umum tidak menyebut nama Trump ketika membuat pernyataan ke publik, tetapi lebih sering menggunakan istilah “pemerintahan sebelumnya”.

Trump saat ini lebih banyak menutup diri di kediamannya di Florida dan jarang membuat pernyataan publik setelah Twitter dan jejaring media sosial lainnya memblokir akunnya.

Kabar tentang Trump sekarang lebih sering didengar lewat orang kedua yang bicara dengannya atau lewat pernyataan tertulis yang dirilis oleh Trump Office.

728×90 Leaderbord

Yang terakhir adalah pernyataan Trump untuk menyerang Senator Mitch McConnell, ketua fraksi Partai Republik di Senat.

McConnell ikut memberi suara untuk membebaskan Trump dari pemakzulan pada sidang akhir pekan lalu.

Namun, setelah itu ia membuat pernyataan yang menyerang Trump, dengan mengatakan si mantan presiden bertangggung jawab secara moral pada kerusuhan di Gedung Capitol 6 Januari yang menewaskan lima orang dan menjadi inti dakwaan pemakzulan Trump.

McConnell juga mengindikasikan bahwa Trump belum sepenuhnya bebas dari tanggung jawab karena tindakannya menghasut kerusuhan bisa dipidanakan.

Sebagai balasan, Trump menyebut McConnell sebagai “politisi palsu yang ketus, penyendiri, dan tanpa senyum, dan jika ada senator Partai Republik yang mendukungnya maka mereka tidak akan terpilih lagi”.

Trump juga menyebut McConnell sebagai pemimpin yang tidak punya visi politik, kearifan, keahlian, dan kepribadian.