Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato yang tampaknya ditujukan untuk kembali mempersatukan rakyat Amerika

oleh -1.707 views

Segera setelah dilantik Rabu (20/1/2021), Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato yang tampaknya ditujukan untuk kembali mempersatukan rakyat Amerika dan menunjukkan bahwa dia telah membuang jauh ego pribadi, kontras dengan pendahulunya Donald Trump.

“Hari ini untuk Amerika, untuk demokrasi. Hari yang bersejarah dan penuh harapan,” kata Biden di pelataran Gedung Capitol, Washington DC.

“Selama berabad-abad yang penuh kesulitan, Amerika telah melewati ujian dan berdiri tegak mengatasi tantangan. Hari ini, kita merayakan kemenangan bukan untuk seorang kandidat, tetapi kemenangan untuk demokrasi,” tegasnya.

“Kita kembali belajar bahwa demokrasi itu sangat berharga. Bahwa demokrasi itu rapuh, dan pada momen ini sobat, demokrasi telah menang,” kata Biden yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dia merujuk peristiwa tepat dua pekan sebelumnya di tempat yang sama, yang diserbu ribuan pendukung Trump untuk menggagalkan sidang penetapan hasil pemilihan presiden oleh Kongres.

“Kita bersama lagi sebagai satu bangsa, di bawah Tuhan, dan tidak terpecah belah untuk melaksanakan peralihan kekuasaan secara damai seperti yang sudah kita lakukan selama dua abad lebih,” kata Biden.

Kemudian ia mengucapkan terima kasih kepada para pendahulunya, tetapi sepertinya Trump tidak termasuk.

728×90 Leaderbord

“Saya berterima kasih kepada para pendahulu dari kedua partai (Demokrat dan Republik) yang ada di sini hari ini,” kata Biden.

Para mantan presiden dan ibu negara hadir, termasuk Bill and Hillary Clinton; Barack dan Michel Obama; dan George dan Laura Bush. Mantan wakil presiden Mike Pence dan istri juga hadir.

Trump sudah lebih dulu pulang ke Florida beberapa jam sebelum pelantikan di Washington DC dan sampai saat ini belum mengakui kemenangan Biden.

Biden menambahkan dia juga sudah bicara melalui telepon dengan mantan presiden Jimmy Carter, yang sekarang berusia 96 tahun.

Biden bertekad untuk mengalahkan dua tantangan terbesar yang menghadangnya sekarang: pandemik virus corona dan ekstremisme kelompok supremasi kulit putih.

Setelah itu, Biden juga menyerukan agar semua elemen masyakarat menghormati satu sama lain karena persatuan adalah syarat bagi bagi kebesaran Amerika.

“Berhentilah saling berteriak dan dinginkan suhu,” kata Biden.

Tidak lupa dia mendedikasikan bagian dari pidatonya untuk Wakil Presiden Kamala Harris.

“Di sini 108 tahun lalu, ribuan pengunjuk rasa berusaha menghalangi para perempuan yang dengan berani memperjuangkan hak untuk memberikan suara,” kata Biden.

“Hari ini, kita menyaksikan pengambilan sumpah perempuan pertama dalam sejarah Amerika yang terpilih wakil presiden — Kamala Harris,” kata Biden.

“Jangan pernah katakan ke saya bahwa perubahan itu tidak bisa terjadi.”