Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Nasional459 Dilihat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan nama “Whoosh,” pada Senin (2/10/2023). Jokowi juga mengundang wartawan untuk menemani dirinya dalam perjalanan menuju Bandung, Jawa Barat, dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Iya, iya (akan meresmikan, Red), besok pagi ketemu lah di (Stasiun) Halim. Enggak tahu (wartawan diajak atau tidak). Kalau enggak diajak, langsung loncat ikut (masuk kereta), gitu aja enggak apa-apa,” seloroh Jokowi ditemui seusai acara Istana Berbatik, Minggu (1/10/2023).

Jokowi juga menjelaskan, berdasarkan protokol keamanan, dirinya dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak boleh berada dalam satu kendaraan yang sama. Untuk itu, kemungkinan Wapres Ma’ruf tak akan menemani dirinya saat menjajal kereta cepat.

“Enggak, tidak boleh kita (presiden dan wapres) dalam satu pesawat yang sama atau satu kendaraan yang sama. Harus tahu,” kata Jokowi.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan izin operasi sarana perkeretaapian umum untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Izin operasi tersebut dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 114 Tahun 2023 tentang Izin Operasi Sarana Perkeretaapian Umum PT Kereta Api Cepat Indonesia-China (KCIC).

“Alhamdulillah, seluruh komponen pengujian dan sertifikasi telah dilaksanakan sehingga surat izin operasi ini dapat diterbitkan dan operasi komersial KCJB dapat segera dilakukan,” ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (1/10/2023).

Operasional KCJB akan dilakukan secara bertahap untuk terus dilakukan evaluasi sampai dengan skenario ultimate hingga 68 perjalanan per hari. Selain itu, untuk mempermudah penumpang untuk mencapai Kota Bandung, telah disiapkan juga KA feeder dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung.

“Operasional secara bertahap ini dilakukan untuk memberi ruang kepada operator agar dapat menyesuaikan diri dan memaksimalkan pelayanan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *