Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menjelaskan program pertukaran training camp bersifat dua arah

oleh -726 views

Demi meningkatkan kualitas high performance atlet, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau biasa disebut NOC Indonesia mempersiapkan Indonesia Olympic Champions Program. Proyek yang merancang dan mengatur pertukaran training camp atlet ke luar negeri ini sekaligus bertujuan menyukseskan grand design pembinaan prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora).

Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menjelaskan program pertukaran training camp bersifat dua arah dan terbuka bagi seluruh federasi nasional (PP/PB) di bawah organisasinya, terutama cabang olahraga (cabor) andalan Merah Putih. Proyek ini rencananya mulai dilaksanakan pada pengujung 2021 dengan meminimalkan penggunaan anggaran pemerintah.

Kami bekerja sama dengan NOC negara lain yang memiliki fasilitas latihan. Kami tidak hanya mengirim atlet, tetapi juga membuka pintu untuk negara lain yang ingin mengirim atlet nasionalnya berlatih di Indonesia. Kami akan berkoordinasi dengan federasi nasional terkait dan mengaturnya,” kata Okto, sapaan Raja Sapta, Senin (28/6/2021).

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) ini menjelaskan NOC Indonesia telah memetakan negara mana saja yang akan menjadi destinasi pelatihan bagi atlet-atlet Merah Putih. Di antaranya, kata Okto, adalah balap sepeda di Swiss taekwondo di Korea Selatan, rowing di Belanda, jet ski dan surfing di Amerika Serikat.

Tak cuma untuk peningkatan high peformance atlet saja, NOC Indonesia juga bakal mengirimkan akademisi olahraga guna meningkatkan pengetahuan di bidang sport science. Khusus untuk program ini akan dilakukan di Qatar.

Dengan pemetaan tersebut, Okto berharap prestasi Indonesia di ajang multi event tertinggi sekelas Olimpiade atau single event Kejuaraan Dunia bisa meningkat. Pembinaan ini akan dilakukan secara kontinuitas hingga Olimpiade 2024 Paris.

“Target jangka pendek kami adalah bisa menambah jumlah atlet di Olimpiade 2024 Paris. Insya Allah jika program ini terus dijalankan, atlet-atlet kita bisa mencapai peak performance tertinggi. Sebab, yang perlu diingat adalah pembinaan prestasi tak ada yang instans,” ujar Okto.

No More Posts Available.

No more pages to load.