proses mengolah yang tak mudah. Untuk mengetahui lebih dalam manfaat memasak bersama anak simak penjelasan berikut ini.

Tips502 Dilihat

Kegiatan masak bisa meredakan stres dan mengisi waktu luang. Menghirup aroma masakan, menguleni adonan, hingga mencampur semua bahan adalah aktivitas yang dapat mengurangi kecemasan. Sesekali, ajaklah anak untuk masak bersama. Selain menjadi quality time, memasak juga memberi banyak manfaat untuk anak.

Melansir dari Kids Health memasak bermanfaat untuk mempraktikkan konsep dasar matematika dan melatih keterampilan bahasa. Selain itu juga mengajarkan anak untuk menghargai makanan yang diperoleh karena proses mengolah yang tak mudah. Untuk mengetahui lebih dalam manfaat memasak bersama anak simak penjelasan berikut ini.

1. Melatih Panca Indera

Saat memasak, semua panca indera manusia akan aktif secara bersamaan. Hal ini bermanfaat untuk melatih kemampuan motorik. Melatih motorik adalah tahap awal sebelum anak mulai menulis, mewarnai, dan kegiatan fisik lainnya. Ajaklah anak untuk menguleni adonan, mengaduk bahan, mendengar suara mixer, hingga mencicipi hasil masakan agar panca indra anak aktif bekerja.

2. Belajar Matematika, Bahasa, dan Kreativitas

Membaca resep, menyentuh, mencicipi, mengamati, dan mendengarkan adalah kegiatan sempurna untuk melatih kemampuan matematika, bahasa, dan kreativitas anak. Bahasa pada resep mungkin kosa kata baru bagi anak yang dapat memperkaya gudang bahasa. Selain itu, membaca takaran bahan mengharuskan anak untuk menghitung, membaca angka pada timbangan, dan perkalian dasar yang menjadi sarana belajar matematika. Kreativitas anak dapat dituangkan saat menghias kue atau memilih piring mana yang akan digunakan.

3. Membangun Hubungan Anak dan Orang Tua

Dapur bisa menjadi tempat menghabiskan waktu berkualitas bersama anak. Waktu memasak bisa jadi sarana untuk bercerita pengalaman memasak dan membagi pengetahuan mom akan bahan makanan. Anak akan terlatih untuk membangun komunikasi melalui pertanyaan yang diajukan saat memasak atau mengekspresikan dirinya akan rasa makanan yang dibuat.

4. Membangun Rasa Percaya Diri

Menerka jenis makanan hingga jumlah takaran bahan membutuhkan rasa percaya diri yang melibatkan feeling. Mom mungkin terbiasa untuk memperkirakan takaran bahan tertentu, namun bagi anak ini adalah hal baru. Kegiatan ini bisa melatih percaya diri anak. Memasak memberi mereka tanggung jawab untuk membuat makanan yang enak sehingga mereka pun harus percaya diri bahwa mampu memilih bahan yang tepat. Saat hidangan sudah jadi, anak akan merasa bangga dan menghargai usaha sendiri untuk membuat makanan yang enak.

5. Memperkenalkan Berbagai Rasa

Mencicipi makanan memperkenalkan berbagai rasa yang mungkin belum pernah anak coba sebelumnya. Saat makanan masih dalam proses pembuatan, rasanya akan berbeda dengan saat dihidangkan. Perpaduan bumbu tertentu akan menghasilkan rasa berbeda. Lidah yang aktif merasakan dan menerka rasa membuat anak mempelajari banyak rasa baru.

6. Meningkatkan Fokus dan Daya Ingat

Melatih daya ingat dan fokus baik untuk mengembangkan kemampuan otak. Hal ini dapat diperoleh dari kegiatan memasak. Menunggu waktu kue selesai dipanggang, mengingat bahan yang harus disiapkan, dan fokus selama proses pembuatan menjadi latihan baik untuk otak anak.

7. Promosi Makanan Sehat

Merasakan langsung proses memasak di rumah menyadarkan anak bahwa membuat makanan sehat didasari dengan kebersihan dan ketelitian. Hal ini mengajarkan mereka untuk terbiasa mengonsumsi makanan sehat. Saat melihat proses pembuatan makanan di pinggir jalan membuat anak berpikir bahwa proses yang tidak higienis tidaklah aman dikonsumsi. Hal ini menjadi cara instan menjauhkan anak mengonsumsi makanan sembarangan.

Sebelum mengajak anak masak bersama, pastikan semua alat memasak aman untuk mereka gunakan. Akan butuh waktu dan kesabaran ekstra dalam prosesnya. Nikmatilah prosesnya agar mom dan anak dapat merasakan manfaatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *