Protes tentang pembiayaan BPJSK tidak maksimal

0 47

 

Tangerang,-dnewsradio.com, Berkaitan dengan protes tentang pembiayaan BPJZK yang diangggap tidak maksimal,kepada awak media DPW SPRI menyampaikan perihal pasien yang tidak mampu yang dirawat di RS.Sari Asih.

Mengutip surat dari DPW SPRI Yang ditujukan kepada
Dirjen Yankes
Direktur BPJS Puaat
DirekturBPJSK Pusat
Dinas Kesehatan Kora Tangerang

Adapun surat yang dituju sebagai berikut :

Selamat siang bapak/ibu kami Dewan Pimpinan Wilayah (DPW SPRI) mau menyampaikan ada warga kota tangerang yang mana saat ini di rawat di RS SARI ASIH CILEDUG.

Disini kami ingin menerangkan problem masalah dan mohon tolong di bantu utk di selesaikan dengan baik.

Problem yang dihadapi :

A, Pada hari jumat tgl 27 sept 2019, terjadi kecelakaan berlawanan di jln Hos Cokroaminoto/tepatnya di Jl Inpres Raya Larangan Utara Kota Tangerang Kemudian korban pertama bernama Bpk Abdul Aziz Arrofi mengalamin luka parah di sekitar kepala nya. Dan korban kedua bernama Danang tidak mengalamin luka parah hanya sedikit lecet di kakinya.

B, Keluarga di hubungi oleh warga yg bawa korban ke Rs Sari Asih sekitar jam 11.30 wib. Lalu keluarga langsung menemui korban yang saat itu sudah berada di igd.
Ketika melihat kondisi korban sang Istri kaget serta panik karena melihat suaminya dalam keadaan parah dan kondisi yang teramat buruk.

C. Setelah habis melihat keadaan suaminya. Istrinya di suruh ke bagian pendaftaran lalu saat sudah berada di loket pendaftaran istri korban mengatakan dan menunjukan mau pake Bpjs. Akan tetapi di tolak degan alasan kasus Kecelakaan.

D, Setelah itu istrinya bingung karena Bpjs nya tidak berlaku namun dari petugas pendaftaran hanya memberi saran pake jasa raharja tapi tidak di berikan arahan syarat nya apa aja…kemudian karena panik dan pihak Rs.Sari Asih mau melakukan tindakan untuk suaminya maka istri korban di tanya terus soal jaminan nya apakah jasa raharja atau umum…lalu sang istrinya sempet melihat suami nya belum di tanganin denga serius. Maka mau tdk mau/dengan terpaksa istri korban langsung mengatakan pembayaran menggunakan umum.
Setelah di katakan pembayaranya menggunakan umum baru suaminya di lakukan tindakan.

E. Setelah suaminya dilakukan tindakan beberapa lama kemudian polisi datang ke Rs Sari Asih menemui Istrinya dan istrinya di tanya tentang kronologisnya. Lalu STNK nya di tahan.

F. Setelah itu istrinya menanyakan soal jaminan jasa raharja dan kata Kepolisian harus ada dua duanya STNK DAN MOTOR NYA DI TAHAN sebagai barang bukti. Namun istrinya bingung karena harus mencari alamat korban yg lawan dikarenakan saat waktu itu pas kejadian awal antara kedua korban tersebut sudah melakukan damai secara kekeluargaan.

G. Pada tgl 3 oktober istrinya di dampingin oleh tetangganya untuk mengurus jasa raharja nya.Sesampainya di kantor polisi ia menyerahkan semua barang bukti untuk sebagai jaminan di kantor Kepolisian.
Malamnya di lakukan cek TKP di kejadian kecelakaan oleh polisi.

H. Pada tgl 4 oktober istri korban bersama tetangga nya mengambil surat lakalantas nya di Polres Tangerang untuk membuat jaminan jasa raharjanya.

I. Setelah surat jaminan jasa raharja di terbitkan langsung di serahkan ke Rs Sari Asih. Setelah di terima oleh Rs.Sari Asih langsung di proses namun setelah di proses ada sedikit kendala perdebatan antara keluarga dan pihak Rs.Sari Asih. Pihak Rs.Sari Asih mengatakan bahwa jaminan Jasa Raharja nya tidak bisa berlaku surut mundur sejak awal masuk.

J. Kemudian keluarga mengajak Pihak Rs.Sari Asih untuk musyawarah lagi. Lalu keluarga nya memohon kepada Rs.Sari Asih untuk meminta kebijakan dan hasilnya tetap kekeh tidak mau lalu berdebatan makin besar kemudian Rs.Sari Asih mengambil keputusan secara sepakat yakni. Jasa Raharja bisa berlaku dan Bpjs juga bsa berlaku asal ada syarat..uang muka tidak bisa dikembalikan/di pulangkan semua karena total tagihan sementara
Rp.59.000
000
(Lima Puluh Sembilan Juta Rupiah)
dan di potong dgn Jasa Raharja 20 juta, dan di potong lagi dengan Bpjs Rp 17 juta lalu sisa nya uang muka dari keluarga.

K. Kemudian setelah ada kesepakatan dengan terpaksa mau tidak mau keluarga tetap kecewa kenapa kok Bpjs hanya bayar 17 juta doang….?
Kenapa tidak semua tanggungan nya sampai pasien pulang…?
Lalu dari pihak Rs.Sari Asih mengatakan lagi jika kalau pasien tidak bisaa di rujuk atau di pindahkan hari ini juga maka akan di kenakan dengan pembiayaan umum atau bayar lagi. Keluarga jadi bingung kok suami nya di usir secara halus…??

L. Keluarga sangat kecewa dan protes karena pelayanan di Rs.Sari Asih sudah tidak nyaman lagi lalu secara halus pasien di usir dan apabila belum dapat kamar di Rs.lain maka biayanya makin tambah lagi dan di anggap umum.

M. Tepat nya hari ini pasien sdh di bolehkan pulang oleh dokternya dgn alasan sdh mendingan kondisinya. Lalu pihak rs meminta sisa biaya harus di bayar dengan alasan bahwa ternyata Bpjs nya gugur tidak bisa di gunakan dari pihak Bpjs nya tidak mau membiayain nya. Maka hanya yg di tanggung oleh jasaraharja doang dan sisanya keluarga di bebanin…

Kami mohon kepada semua pihak yang terkait tolong di selesaikan secara kemanusian dan dengan baik.
Demikian yang kami sampaikan atas perhatian dan bantuan pedulinya kami ucapkan banyak terima kasih.(Dwi Wahyudi,|dnewsradio.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ