Proyek film besutan sutradara Indonesia, Mouly Surya, kembali diminati oleh kalangan investor luar negeri

0 37

Proyek film besutan sutradara Indonesia, Mouly Surya, kembali diminati oleh kalangan investor luar negeri. Mouly meraih dukungan pengembangan skenario untuk proyek film yang berjudul A Road with No End (Jalan tak Ada Ujung) dari Hubert Bals Fund Voices, Rotterdam, Belanda.

“Dukungan dari Hubert Bals Fund (HBF) telah membantu penyelesaian film ke dua saya, What They Don’t Talk Love When They Talk About Love pada 2013 lalu. Saya senang HBF kembali memberikan dukungan pengembangan proyek saya,” kata Mouly lewat pernyataan resminya yang diterima.

A Road with No End menjadi satu dari 11 proyek film yang mendapatkan pembiayaan setelah seleksi HBF musim gugur 2019 yang diikuti 480 karya. Rencananya, film diproduksi oleh rumah produksi Cinesurya pada 2020 dengan produser Rama Adi dan Fauzan Zidni.

Film ke empat Mouly itu diadaptasi dari novel karya Mochtar Lubis, Jalan tak Ada Ujung. Sebelumnya, Mouly sudah merilis Fiksi (2007), What They Don’t Talk Love When They Talk About Love (2013), dan Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017).

Sinema berlatar belakang Jakarta yang dicekam oleh ketegangan perang kota antara September 1946 hingga Juli 1947. Tokoh utamanya adalah guru bernama Isa yang bergabung dengan kelompok pejuang gerilya pascaproklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Hubert Bals Fund membantu pembuatan film karya sutradara dari Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa Timur. Dukungan tersebut memiliki dua kategori, yaitu HBF Bright Future untuk sutradara baru, dan HBF Voices untuk sutradara berpengalaman.

Dukungan pembiayaan itu bermula pada 1988, diambil dari nama sosok direktur pertama Rotterdam International Film Festival, Hubert ‘Huub’ Bals. Penilaian utama seleksi adalah kualitas artistik serta potensi koproduksi internasional dan distribusi internasional.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ