PSI: Anies Tidak Transparan Soal RABPD DKI

0 81

 

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta merespon mundurnya Kepala Bappeda DKI Jakarta, Sri Mahendra dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaidi saat ribut-ribut RAPBD 2020, pekan lalu.

“Kalau bicara hubungan sebab-akibat, kami yakin tidak akan ada polemik lem aibon, tak ada pejabat mundur, kalau sejak awal proses penganggaran dokumen-dokumem sudah diunggah ke publik.” Ujar Jubir DPW PSI Jakarta, Rian Ernest, di DPRD DKI Jakarta, Senin 4/11/2019.

Salah satu temuan dalam anggaran yang tertera di KUA-PPAS RAPBD 2020 yakni pengadaan lem aibon senilai Rp82,5 miliar. Namun, anggaran ini lalu dihapus dengan dalih salah input.

Rian juga mengatakan bahwa warga Indonesia, khususnya Jakarta, sudah sadar dan benci akan perilaku korupsi. Ia menekankan, musuh utama perilaku korupsi adalah transparansi dan keterbukaan.

“Harusnya ada transparansi dan sinyal baik dan keterbukaan dari Gubernur Anies. Tapi itu tak terjadi. Bahkan ada mundurnya dua pejebat,” Ucap dia.

Ia juga mewakili fraksi sangat menyesalkan keputusan mundurnya dua pejabat Pemprov DKI Jakarta tersebut.

“Kami sangat menyesalkan sekali karena seandainya saja Gubernur Anies itu bertanggung jawab dengan baik dan uang pajak rakyat, saya yakin ini enggak akan terjadi.” Ujarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ