PT Bundamedik Tbk (BMHS) masih memiliki anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 120 miliar sampai akhir 2023

 PT Bundamedik Tbk (BMHS) masih memiliki anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 120 miliar sampai akhir 2023

Ekonomi250 Dilihat

PT Bundamedik Tbk (BMHS) masih memiliki anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 120 miliar sampai akhir 2023.

CEO Group BMHS dan Managing Director PT Bundamedik Tbk Nurhadi Yudiyantho mengatakan, anggaran belanja modal tahun ini sekitar Rp 200 miliar baru terpakai 30%-40% hingga Juli 2023 untuk perbaikan layanan secara fisik, serta digitalisasi.

“Kami pergunakan untuk kebutuhan-kebutuhan, baik peralatan medis, perbaikan-perbaikan dari sisi pelayanan, termasuk juga untuk kebutuhan digital kami,” ungkap Nurhadi Yudiyantho, Minggu (10/9/2023).

Yudiyantho menjelaskan, pascapandemi terjadi pergeseran tren pada masyarakat yang semakin menjadikan kesehatan sebagai bagian integral dari gaya hidup terkini. Mengakomodasi tren masyarakat tersebut, RSIA Bunda Jakarta terus memperkuat transformasi melalui pendekatan gaya hidup sehat.

Menurut Yudiyantho, RSIA Bunda Jakarta melakukan berbagai langkah progresif yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pasien, di antaranya melalui optimalisasi layanan kesehatan holistik melalui kolaborasi jajaran tim dokter dan tenaga kesehatan. “Hal ini diperkuat inovasi digital, serta layanan dan fasilitas kesehatan unggul dan terintegrasi,” kata dia.

Langkah kedua, lanjut Yudiyantho, perseroan melakukan transformasi wajah baru dengan melakukan sedikit renovasi rumah sakit. Selain itu, perseroan juga menambah fitur OneBunda sehingga semakin inovatif.

“Kami sudah komitmen menyiapkan dana sampai Rp 200 miliar untuk perbaikan-perbaikan dan perlengkapan maupun peralatan medis. Jadi pada saat kami memiliki sebuah pelayanan baru, tentunya bukan tenaga medis atau dokter spesialis saja yang kami penuhi tetapi sampai ke peralatannya tersebut. Begitu juga dengan kebutuhan pelayanan dan infrastruktur lainnya,” sambungnya.

Yudiyantho menambahkan, rangkaian transformasi layanan dan fasilitas yang diinisiasi RSIA Bunda Jakarta merupakan bagian dari pengembangan strategi Bundamedik untuk memberikan layanan kesehatan terdepan.

Transformasi progresif RSIA Bunda Jakarta ini juga tercermin dari wajah baru rumah sakit dan OneBunda, sebuah rantai digital yang menyatukan rangkaian layanan kesehatan yang telah dimiliki BMHS secara berkesinambungan.

Sistem tersebut, memudahkan pasien untuk mengakses informasi dan layanan kesehatan melalui mekanisme omnichannel.

“Kami punya 5 rumah sakit yang baru, pasti membutuhkan refreshment, perbaikan dan penambahan dari peralatan medis tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *