PT Pertamina Gas (Pertagas) pada 2024 menargetkan laba bersih sebesar US$ 218 juta (Rp 3,4 triliun), mengalami peningkatan sebesar 11,2% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 196,7 juta (Rp 3,1 triliun)

PT Pertamina Gas (Pertagas) pada 2024 menargetkan laba bersih sebesar US$ 218 juta (Rp 3,4 triliun), mengalami peningkatan sebesar 11,2% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 196,7 juta (Rp 3,1 triliun)

Nasional52 Dilihat

PT Pertamina Gas (Pertagas) pada 2024 menargetkan laba bersih sebesar US$ 218 juta (Rp 3,4 triliun), mengalami peningkatan sebesar 11,2% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 196,7 juta (Rp 3,1 triliun), sejalan fokus perusahaan pada pengembangan infrastruktur energi.

“Jika target laba ini tercapai, akan menjadi pencapaian tertinggi bagi Pertagas,” kata Direktur Utama Pertagas, Gamal Imam Santoso dalam acara buka puasa dan pertemuan dengan media di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Untuk mencapai target tersebut, Pertagas berencana mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 77 juta (Rp 1,2 triliun) pada 2024 untuk pengembangan infrastruktur energi di Arun yang dikelola oleh anak perusahaannya, Perta Arun Gas. Sementara sisanya akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas pipa minyak di Rokan dan proyek pipa bahan bakar minyak (BBM) Cikampek-Plumpang.

Gamal menegaskan fokus usaha Pertagas telah bergeser dari sekadar penyaluran gas bumi menjadi perusahaan infrastruktur energi. Hal ini tecermin dalam kepemilikan infrastruktur pipa minyak di Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan, serta ekspansi ke bisnis LNG, terutama di wilayah Arun.

Selama 2023, laba bersih Pertagas mencapai US$ 196,7 juta (Rp 3,1 triliun), meningkat 18,2% dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 164,7 juta (Rp 2,6 triliun). Sejalan dengan itu, pendapatan 2023 mencapai US$ 793 juta, naik dari US$ 679,6 juta pada tahun sebelumnya.

Kinerja Pertagas dalam segmen transportasi minyak juga naik 404,91% dengan volume 56.858 mboe, dari tahun sebelumnya sebesar 14.042 mboe. Demikian pula, kinerja transportasi gas juga meningkat menjadi 526.461 mmscf, atau naik 108,37% dari tahun sebelumnya sebesar 485.808 mmscf.

Selain itu, volume regasifikasi juga mengalami peningkatan menjadi 57.685 billion british thermal unit (bbtu), atau naik 109,75% dari tahun sebelumnya yang sebesar 52.559 bbtu pada 2023.