PT PLN (Persero) terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga ke wilayah pelosok pedesaan

oleh -542 views

dnewsradio.com – PT PLN (Persero) terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga ke wilayah pelosok pedesaan. Sebabnya, penuntasan program elektrifikasi sangat krusial untuk mengangkat harkat seluruh penduduk Indonesia.

Bisa dibilang, perjalanan republik ini dalam melistriki seluruh warga negaranya memang sangat panjang. Hingga tujuh dekade Indonesia merdeka, masih terdapat jutaan rakyat yang belum menikmati listrik.

Kendati program elektrifikasi yang dicanangkan pemerintah sudah mencapai angka 98,3 persen, kenyataannya masih ada 1,8 juta Rumah Tangga (RT) yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia.

Kendala terbesar PLN dalam upaya mewujudkan target rasio elektrifikasi 99,9 persen hingga akhir 2019 adalah infrastruktur dan daya beli masyarakat yang belum merata. Upaya PLN dalam mewujudkan cita-cita tersebut, tentunya perlu mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, mengatakan, masuknya jaringan listrik ke suatu desa tidak otomatis menjadikan seluruh warganya langsung bisa menikmati listrik.

“Selalu ada anomali, terutama terkait masalah daya beli konsumen listrik yang tidak merata, dan masih banyak rumah tangga yang sudah berdiri sendiri namun listriknya masih levering (nyantol) dari rumah tangga induk,” kata Made , Jumat (29/3/2019).

Bagi Made, angka-angka tersebut sekaligus memberi gambaran bahwa PLN masih punya pekerjaan rumah (PR) besar dalam upaya mewujudkan target menuju rasio elektrifikasi 99,9 persen yang ditetapkan pemerintah akhir tahun ini.

“Meski terkesan ‘kecil’, namun tantangan untuk melistriki sisa 1,7 persen desa yang belum dialiri listrik saat ini tak bisa dibilang mudah bagi PLN,” jelas Made.

Dirjen Ketenagalistrikan sendiri juga mengakui, dari sekitar 1,8 juta rumah tangga yang belum teraliri listrik saat ini, kemungkinkan baru 1,62 juta rumah tangga yang akan dialiri listrik dari sistem pembangkit PLN.

Lebih jauh, Made memaparkan, untuk mencapai target elektifikasi tersebut, setidaknya PLN harus mampu menjawab dua tantangan besar yang menghadang. Pertama, masalah daya beli masyarakat, dan yang kedua persoalan infrastruktur.

Apalagi sejak tahun 2016, seperti diungkapkan Pandia Satria Jati dari Humas Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, program listrik pedesaan sudah sepenuhnya ditangani oleh PLN hingga tidak lagi menggunakan APBN yang dikelola oleh Kementerian ESDM.

PLN, lanjut Made, sangat menyadari bahwa penuntasan masuknya listrik ke berbagai wilayah sangat krusial untuk mengangkat harkat penduduk daerah tersebut. Selain dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, listrik juga sangat diperlukan untuk perkembangan berbagai usaha yang menopang kehidupan. Perkembangan kebudayaan penduduk desa juga diyakini akan meningkat lantaran berkat listrik banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan lebih lama bahkan hingga malam hari.

“Oleh karena itu, apapun kendalanya PLN terus berusaha menggenjot ketersediaan listrik hingga ke wilayah pelosok pedesaan,” tegas Made.

No More Posts Available.

No more pages to load.