PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKBFood telah menambah dua kegiatan usaha baru, yaitu industri produk roti dan kue

PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKBFood telah menambah dua kegiatan usaha baru, yaitu industri produk roti dan kue

Ekonomi416 Dilihat

PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) atau SKBFood telah menambah dua kegiatan usaha baru, yaitu industri produk roti dan kue, serta industri makanan dan masakan olahan. Inisiatif ini juga disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2022.

Direktur Utama SKBFood, Eko Pujianto menjelaskan bahwa perusahaan sedang memperkuat bisnis rantai pasok makanan dan sektor produksi serta hilirisasi pada tahun ini. Salah satu langkahnya adalah dengan memasuki sektor produksi makanan dan melakukan ekspansi ke luar negeri.

“Memasuki sektor produksi dan memperkuat bisnis di hilir merupakan inisiatif perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah dan memberikan manfaat kepada para pemegang saham,” ungkap Eko dalam paparan publik di Jakarta, dikutip Investor Daily, Kamis (29/6/2023).

Langkah ini dilakukan setelah SKBFood mengalami ekspansi yang kuat dalam memperkuat bisnis di hulu melalui usaha rantai pasok bahan baku makanan dan minuman. Sebelumnya, sebagai pemilik jaringan waralaba Kebab Turki Babarafi, mereka mengakuisisi PT Lazizaa Rahmat Semesta (LRS) dan mendirikan pabrik beras premium bersama di Madiun, Jawa Timur.

Eko meyakini bahwa kegiatan di sektor produksi dan hilirisasi ini akan meningkatkan margin profit, seiring dengan keberhasilan SKBFood dalam bisnis rantai pasok bahan baku makanan. Dengan demikian, akan terjadi keseimbangan kontribusi pendapatan.

Saat ini, kontribusi usaha rantai pasok bahan baku makanan dan minuman terhadap pendapatan SKBFood mencapai 80%. Sementara sisanya, sebesar 20%, berasal dari restoran dan bisnis waralaba, termasuk Kebab Turki Babarafi.

“Penguatan sektor hilir ini adalah salah satu langkah dalam menjaga kontribusi 20% terhadap pendapatan. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan diversifikasi produk sehingga perseroan tetap kreatif dalam industri ini,” tambahnya.

Dalam bisnis hilir, Eko menjelaskan bahwa SKBFood menerapkan kombinasi strategi mulai dari pengembangan bisnis organik hingga kolaborasi. Khusus untuk kolaborasi, SKBFood akan melibatkan UMKM bidang kuliner yang telah dikenal dan memiliki pangsa pasar yang kuat.

“Beberapa merek akan terlibat dalam kolaborasi, seperti Sate RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina, Red). Di sekitar Jakarta Selatan dan mungkin se-Jabodetabek, nama Sate RSPP sudah cukup dikenal. Selain itu, ada Nasi Kulit Surga dan Nasi Kebuli Kairo,” papar Eko.

Melibatkan UMKM bidang kuliner di Indonesia merupakan bagian dari komitmen SKBFood sebagai UMKM Naik Kelas untuk terus tumbuh dan berkembang bersama para pelaku lainnya di industri ini.

“Kami berharap upaya yang kami lakukan dapat memberikan semangat tambahan bagi pelaku UMKM kuliner di Indonesia untuk berkembang dan maju dalam jangka panjang,” ucapnya.

Selain di dalam negeri, SKBFood juga memperkuat bisnisnya di luar negeri. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspansi perusahaan ini terutama terletak di Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

Malaysia dan Azerbaijan dipastikan menjadi tujuan ekspansi awal SKBFood. Di Malaysia, perusahaan ini akan fokus pada kegiatan di hulu, yaitu pasokan bahan baku makanan dan pengelolaan restoran bermerek. Hal serupa juga akan dilakukan di Azerbaijan.

Selain dua negara tersebut, SKBFood juga sedang menjajaki sejumlah negara lainnya, terutama di Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah. “Kegiatan usaha yang akan dilakukan meliputi pengolahan bahan baku makanan, operasional restoran, dan suplai makanan,” tambah Eko.

Manajemen perusahaan juga tidak menutup kemungkinan untuk memasuki negara-negara lain di kawasan tersebut, baik melalui pertumbuhan organik maupun akuisisi dan kolaborasi. Perusahaan juga berencana untuk melakukan ekspor beras organik dan gula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *