Reses Anggota DPD RI, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan Kunjungi Dinas LHK Kota Kendari

oleh -85 views

 

Foto : Suasana di TPA puwatu Wa Ode Rabia sedang mendengarkan penjelasan Kepala Bidang Persampahan Kota Kendari, mengenai Kondisi TPA Puwatu saat ini. (Disini juga pakai foto)

Dnewsradio.com, Kendari – Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, SE., M.B.A., melakukan kunjungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari. Dalam Kunjungan tersebut Anggota DPD Perwakilan Sultra ini menjelaskan tentang maksud kunjungannya.

“Memang masa reses kali ini selain mengunjungi langsung Konstituen, kami memanfaatkan dengan melakukan Pengawasan terhadap pelaksanaan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Dan salah satu daerah dengan beban sampah terbesar di Sulawesi Tenggara adalah Kota Kendari, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara”, Ucap Politisi muda Sultra ini melalui rilisnya Rabu, (25/12/2019).

Lebih jauh Rabia mengatakan, Kota Kendari pernah meraih predikat baik dari pemerintah Pusat dalam pengeloaan sampahnya, yang dibuktikan dengan berturut-turut mendapatkan Piala Adipura di Tahun 2014 dan 2015.

“Beberapa tahun belakangan predikat tersebut sudah mulai menurun, untuk itu saya selaku Senator perwakilan Sulra di Komite II ingin mengetahui apa masalah sebenarnya”, ucap Srikandi muda Sultra ini.

Sebagai penutup kegiatan ini, Anggota DPD RI Wa Ode Rabia mengatakan, seharusnya pemerintah Kota di seluruh Indonesia dapat menjadikan persoalan sampah sebagai program unggulan mereka diluar program program yang lain.

728×90 Leaderbord

“Karena persoalan sampah bersentuhan langsung dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kalau kota nya bersih maka kehidupan masyarakat nya bisa lebih berkualitas”.

Kemudian Anggota Komite II DPD RI ini menambahkan, bahwa untuk politik Anggaran Pemerintah Kota dan Kabupaten sudah semestinya menganggarkan anggaran yang wajar yang dapat meningkatkan kinerja Dinas LHK.

“Bukan hanya kota Kendari ya, ini untuk semua,” tegas Rabia.

Selain itu Rabia mengatakan, kami selaku anggota DPD RI akan berupaya sekuat tenaga di Jakarta untuk mengakomodir kepentingan masyarakat Sultra.

“Jika ada aspirasi dari masyarakat atau usulan dari pemerintah Kota terkait penambahan anggaran yang berupa dana DAK maupun bantuan tambahan fasilitas lainnya, silahkan sampaikan”, ucap Rabia.

Kemudian Rabia mengatakan, Namun perlu diingat peran kami sangat terbatas, karena di DPD RI itu tak memiliki fungsi Budgeting seperti yang ada di DPR RI.

“Tetapi saya akan cari cara, baik itu dengan bersurat ke Kementrian terkait, juga berupaya menyuarakan di DPR RI demi kepentingan daerah pemilihan saya yaitu Sulawesi Tenggara”, tutup Rabia.

Foto Bersama (Ada Foto disini)
Kunjungan yang diterima langsung oleh Kepala Dinas LHK Kota Kendari ibu Ir.Nismawati, M.Si., Kepala Bidang Persampahan Suprayitno, dan pejabat esolon III dan IV di lingkungan Dinas LHK Kota Kendari.

Dalam diskusi yang dipimpin oleh kepala Dinas LHK, Pemerintah Kota Kendari memberikan inormasi beberapa kendala dan masalah yang dihadapi Dinas LHK Kota Kendari.

“Saya baru dua minggu di lantik, namun saya telah melakukan koordinasi dengan semua pihak disini”. Setelah itu saya sudah dapat menyimpulkan apa sebenarnya persoalan Dinas ini. Kami sangat kekurangan armada dan beban sampah dari tahun ke tahun meningkat. Jumlah penduduk kota Kendari meningkat drastis, dari 200 ribu meningkat hingga 400 ribu saat ini. Tentu saja beban sampah rumah tangga meningkat, sementara armada pengangkut kami belum bertambah bahkan berkurang karena rusak dsb. Kemudian program buang sampah tepat waktu di Tempat tempat pembuangan sementara juga belum sepenuhnya dilaksanakan masyarakat. Sehingga sampah sampah yang telah diangkut setelah itu kembali menumpuk.

Kepala Bidang persampahan Kota Kendari Suprayitno juga mengungkapkan, selain persoalan armada kami juga masih terkendala oleh SDM pengangkut sampah dan tim penyapu yang pekerjaan ini masih dibilang adalah pekerjaan pilihan terakhir. Selain karena status pekerjaan yang tidak mengenakan, juga honor mereka masih sangat kurang karena kemampuan APBD kami untuk gaji mereka terbatas. Banyak dari petugas kita bertahan di pekerjaan ini, hanya karena masih berharap diangkat menjadi PNS melalui jalur K2. Untuk itu kami berharap ibu sebagai anggota DPD RI dapat menyuarakan agar pengangkatan honorer K2 dapat segera terealisasi.

Dalam diskusi yang berlangsung selama 1 jam berlangsung cukup hangat, ada pertanyaan dari anggota ada pula usulan usulan dari Dinas LHK kepada anggota DPD. “Kami sangat berharap penambahan armada dan fasilitas lain, ini dapat terlaksana dengan peningkatan Dana DAK kami”. Untuk itu kami sangat berharap partisipasi dari ibu sebagai Anggota DPD RI siapa tahu kami dapat diperjuangkan untuk mendapat penambahan Dana Alokasi Khusus Bidang Persampahan di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan kali ini ditutup dengan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwatu Kota Kendari, untuk melihat kondisi terkini dari TPA terbaik Se-Indonesia itu. (mi)