Revolusi Industri, Haruskah di Bendung ?

0 93

DNEWSRADIO.COM –  Segala temuan dan terbarukan mengubah zaman Inggris adalah negara pertama yang mempopulerkan istilah Revolusi Industri, di tangan James Watt zaman berubah 180 derajat.Pada abad ke 17 James Watt hanya memodifikasi mesin uap yang di buat oleh Newcomen yang banyak memboroskan bahan bakar. Setelah Newcomen meninggal, mesin itu di modifikasi oleh Watt hingga sempurna dan di produksi secara massal, dan situlah kita mengetahui istilah revulusi industri di proyeksikan untuk pertama kali yang sekarang dikenal dengan revolusi industri 1.0 pada abad 17.

Kemudian diikuti terus revolusi industri 2.0 yang ditandai dengan tenaga listrik, revolusi industri 3.0 di tandai dengan penemuan komputer oleh Charles Babbage dan revolusi Industri 4.0 yang kita rasakan saat ini ditandai dengan kecerdasan manusia yang komputasional menemukan tools yang tak terlihat seperti AI (artificial Inteligence) IOT (Internet Of Things) dll. Secara history kita sangat berhutang besar pada sosok James Watt yeng membuat revolusi dengan sedemikian pesat, cepat dan sangat cepat.

Meriang revolusi industri bukan hanya fiksi belaka, tetapi sebuah keajaiban yang tak pernah terfikirkan oleh manusia secara tanpa sadar merasuk kedalam benak setiap individu di paksa harus diterima secara tidak langsung. Fenomena abad ke 21 informasi adalah makanan pokok yang dikunyah oleh setiap manusia seper sekian menit perhari baik melalui sosial media atau jejaring sosial. Dahulu dalam biologi hanya mengenal penggolongan manusia dan hewan berdasarkan jenis makanannya yaitu herbivora, karnivora dan omnivora, tetapi sejak revolusi industri mulai bertambah yaitu informovora, manusia yang mengkonsumsi informasi dan potensi berkelahi atau bertikai soal validitas informasi, itu hanya ada di era sekarang.

Perkembangan digitalisasi sedemikian cepat dan sangat cepat, semua sektor juga berpindah pada sistem yang sangat cepat baik dari sektor ekonomi, pendidikan, otomotif, tekstil dll yang dibungkus atau dilengkapi dengan tekhnologi tinggi. Tekhnologi yang digitalize mengubah kita secara personalize. Di indonesia berkembangnya perusahaan start up yang berbasis digital merupakan titik awal terhadap kemajuan dalam sektor ekonomi digital, Ekonomi Digital Indonesia mencapai US$ 40 miliar atau sebesar Rp 560 triliun pada 2019, berdasarkan laporan terbaru e-Conomy South East Asia (SEA) yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain Company. Managing Director Google SEA, Randy Jusuf mengatakan, angka tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dari US$ 8 miliar pada 2015.

Penyumbang economy terbesar di Indonesia berasal dari startup-startup Indonesia. Indonesia diperkirakan menjadi negara yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang dinamis bagi Asia Tenggara. Oleh karena itu, Indonesia diramal bisa menghimpun perekonomian melalui digital mencapai US$ 133 miliar pada 2025.

Riset INDEF tahun 2018 juga menyorot bagaimana sub-sektor di ekonomi digital menyerap tenaga kerja. Paling banyak disumbang oleh bisnis terkait transportasi, pergudangan dan komunikasi (17,01%). Bidang finansial, properti dan bisnis turut memberikan kontribusi aktif dalam peningkatan kesempatan kerja (9,69%). Dilanjutkan oleh manufaktur (6,54%), layanan publik (5,39%), dan ritel (4,96%). Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang 40 persen dari total nilai ekonomi internet di Asia Tenggara yang mencapai US$100 miliar. Dari data yang telah di rilis dari sumber yang akurat artinya industrialisasi digital sangat membantu mengentaskan kemiskinan dan mengurangi penganguran, lantas timbul pertanyaan bahwa manusia akan digantikan sama robot pada era revolusi industri ? saya menjawab iya jika masi bertahan pada status quo atau pada sistim lama, dengan perubahan zaman yang sangat fleksibel harus mempunyai bekal yang di butuhkan di setiap masanya. Kita dituntut oleh zaman untuk memperoleh pengetahuan yang baru bukan memeprtahankan kemampuan yang ada. Ada kecerdasan atau skill yang harus dimiliki Skil tersebut di antaranya pemecahan masalah yang komplek, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan, berorientasi servis, negosiasi, dan fleksibilitas kognitif. Itu adalah soft skill agar bisa survival di era revolusi industri.

Tentu untuk memperoleh skill tersebut harus dengan pendidikan yang sesuai dan layak, penunjukan Mentri Pendidikan yang baru yaitu Nadiem Makarim juga berkaitan langsung dengan human capital untuk menuju transhumanisme (manusia yang melapaui batas bilogisnya) menyiapkan manusia yang unggul dalam kecerdasan digital di era digital, jika dibendung revolusi industri sangat mustahil, tetap harus diterima tanpa meninggalkan value tatanan sosial dalam masyarakat. (*)

Penulis

Rita Rosiska
Mahasiswa Unsyiah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ