Reynhard Silitonga menyatakan, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2020 tidak menyurutkan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk memerangi peredaran gelap narkotika

oleh -202 views

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemkumham, Reynhard Silitonga menyatakan, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2020 tidak menyurutkan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk memerangi peredaran gelap narkotika.

Reynhard mengungkapkan, sepanjang 2020 hingga 2021 atau selama pandemi ini, jajarannya telah menggagalkan hampir 300 upaya penyelundupan barang haram tersebut ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan).

Hal ini dikatakan Reynhard Silitonga, seusai mengikuti acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 secara virtual yang dibuka Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, Senin (28/6/2021).

“Selama pandemi berlangsung, upaya penyelundupan narkotika ke dalam lapas dan rutan justru makin banyak, bahkan modusnya makin beragam. Paling banyak tentu melalui barang titipan karena selama pandemic kunjungan langsung memang ditiadakan dan diganti dengan kunjungan on line. Untuk itu penjagaan dan pengamanan makin menguat,” ungkap Reynhard.

Makin beragamnya modus penyelundupan narkoba menjadi tantangan bagi jajaran Pemasyarakakatan untuk selalu mendeteksi dan menangani sedini mungkin.

Reynhard mencontohkan, beberapa waktu lalu, petugas Lapas Semarang berhasil menggagalkan masuknya sabu-sabu yang diselundupkan melalui bungkusan kacang tanah.

Sementara di Lapas Porong Surabaya, petugas menggagalkan masuknya paket ganja dengan media bungkusan plastik yang dilempar dari luar tembok lapas.

Beberapa modus lainnya seperti sabu-sabu dalam cabai rawit di Lapas Jombang, sabu-sabu dalam paket sabun mandi di Lapas Meulaboh, sabu-sabu dalam deodorant di Lapas Singkawang, sabu-sabu dalam kemasan sampo di Lapas Kediri, sabu-sabu dalam sambal ikan di Laps Bangko, dan bermacam modus lainnya.

Dengan kondisi ini, Reynhard menyatakan jajaran Pemasyarakatan terus meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum (APH) lainnya seperti Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud keterbukaan pemasyarakatan untuk bekerja sama membersihkan peredaran narkotika. Pemasyarakatan, kata Reynhard, akan terus berkontribusi dalam segala upaya mencegah, mengungkap dan memberantas narkoba, khususnya di lingkungan lapas dan rutan.

“Kami saling menyadari bahwa pemberantasan peredaran gelap narkotika perlu kerja sama dengan semua pihak. Peredaran gelap narkotika bukan hanya tanggung jawab salah satu APH, ini adalah tanggung jawab kita semua. Termasuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Dikatakan, masyarakat dapat berkontribusi langsung dalam melawan peredaran gelap narkotika minimal dengan tidak turut serta mengedarkan.

Reynhard bahkan mengajak masyarakat untuk melapor langsung apabila mengetahui adanya keterlibatan warga binaan pemasyarakatan atau petugas dalam peredaran narkotika melalui laman lapornarkoba.ditjenpas.go.id.

“Kami benar-benar sangat terbuka untuk bekerja sama dalam menggagalkan upaya-upaya peredaran gelap narkotika. Sinergi dengan APH maupun masyarakat sangat diperlukan untuk menjangkau wilayah yang lebih luas sehingga pencegahan dan penanganan lebih optimal,” kata Reynhard.

Reynhard menambahkan, pemindahan bandar narkoba ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan merupakan upaya nyata memutus mata rantai dan peredaran narkotika di lapas dan rutan.

Sejak 2020 hingga kini, katanya, terdapat 669 bandar narkotika dipindah ke Nusakambangan. Tidak hanya itu, enam orang oknum petugas pemasyarakatan yang terbukti terlibat dalam peredaran narkotika juga dipindahkan ke Nusakambangan.

“Komitmen kami jelas, mulai jajaran pimpinan tertinggi hingga pelaksana di lapangan, perang terhadap narkoba. Serta bagi petugas maupun warga binaan yang terbukti terlibat akan diganjar hukuman sesuai dengan tindakannya, baik sanksi secara kedinasan, peraturan tindakan disiplin maupun sanksi pidana,” tegas Reynhard.

“Kami jajaran Pemasyarakatan mengucapkan Selamat Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2021. Bersama kita perang melawan narkoba di era pandemi Covid-19 menuju Indonesia bersih dari narkoba,” kata Reynhard menambahkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.