Ruslan Buton : Ini Merupakan Peradilan Politik Yang Mana Belum Pernah Majelis Hakim Membebaskan Terdakwa Dimanapun

oleh -34 Dilihat

Hari ini Kamis tgl 6 Januari 2022 bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pukul 16.00 pembacaan putusan sidang perkara Surat terbuka eRBe berjalan lancar dengan putusan 7 bulan penahanan. Dimana masa penahanan 7 bulan tersebut sudah di jalani di Rutan Bareskrim Mabes POLRI.

Meskipun sangat mengecewakan karna terkesan vonisnya di paksakan. Saya cukup memahami apa yang harus dilakukan Ketua Majelis Hakim karena persoalan saya adalah persoalam politik. Hakim ketua pun tidak mau merespon tantangan saya saat pleidoi bahwa bila saya dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman tambahan penahanan 1 hari pun saya akan menolak dan menganggap ini sebuah kezaliman, penghinaan dan penghianatan. Maka saya akan lebih memilih dijatuhi hukuman mati di depan regu tembak sebagai bentuk perlawanan terhadap kezaliman, penindasan dan penjajahan demi merah putih, rakyat, bangsa dan agama. Itulah kehormatan yg hakiki bagi seorang prajurit sejati.

Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada Tim Lawyer, seluruh masyarakat Indonesia yang peduli bangsa dan cinta tanah air, para sahabat seperjuangan, para tokoh Nasionalis, anggota TNI-Polri aktif, anggota Eks Trimatra, anggota KWPI, anggota Renas, anggota Persaudaraan Timur Raya dan semua pendukung yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu terkhusus seluruh keluarga besar saya yang selalu mensuport dan mendoakan perjuangan saya.

Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT. Secara pribadi saya sampaikan bahwa saya tidak akan pernah kendor menyuarakan kebenaran, melawan kezaliman, penjajahan dan penindasan.
Jangan pernah menakut nakuti saya dengan ancaman penjara.

Jangankan tetesan darah dan nyawa pun terlalu murah untuk sebuah kebenaran demi menyelamatkan bangsa, negara dan agama tercinta ini. Insyaa Allah saya akan terus berjuang melawan kezaliman, penindasan dan penjajahan sampai nafas terakhirku berhenti berhembus. Tidak akan ada manusia siapapun yang mampu menghentikan langkahku Untuk mencintai bangsa ini kecuali kematian.

No More Posts Available.

No more pages to load.