Saat akan menghadapi wawancara kerja, kamu pasti akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin

0 33

Saat akan menghadapi wawancara kerja, kamu pasti akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin, namun terkadang hal kecil yang tidak kamu sadari justru menjadi penyebab kamu gagal wawancara. Hal ini bisa saja terjadi karena kamu terlalu fokus dengan hal-hal yang sifatnya tertulis, hapalan, atau terlalu akademik sehingga hal-hal kecil kamu lupakan dan ternyata itu yang membuatmu gagal.

Biasanya pada saat wawancara, kamu akan mencari tahu banyak hal soal perusahaan ataupun tempat kerja yang kamu lamar. Hal itu memang penting dan perlu tetapi jangan sampai kamu terlalu terpaku sampai melupakan hal-hal kecil yang ternyata sangat krusial dan juga menentukan lolos tidaknya kamu dalam wawancara tersebut.

Kamu harus tahu bahwa orang yang akan menjadi interviewer tidak hanya melihat kecakapan akademik namun juga kepribadian yang kamu miliki serta bagaimana kamu memahami etika profesionalitas dalam dunia kerja. Hal ini mungkin sering terlupakan maka dari itu kamu harus mulai menyiapkannya juga.

Agar kamu terhindar dari kegagalan saat wawancara kerja, ada baiknya kamu memahami hal kecil apa saja yang ternyata berpengaruh dalam kelolosan wawancara. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan membagikan informasi 5 kesalahan kecil yang bisa menggagalkan wawancara kerja berikut ini.

Pertama, hal kecil yang akan menggagalkan wawancara kerja ialah terlalu percaya diri atau rendah diri. Mungkin kamu akan sedikit bingung dalam menentukan sikap yang sebaiknya kamu tunjukkan kepada pewawancara kerja namun usahakan kamu tidak berada dalam posisi yang kelewat percaya diri, tidak juga dalam posisi yang tidak percaya diri atau rendah diri.

Momen penetuan sikap ini seperti sebuah tebak-tebakan atau jebakan karena kamu juga tidak tahu karakter si pewawancara. Akan tetapi, untuk posisi yang lebih aman, kamu bisa bersikap tetap percaya diri namun tahu batas mana yang perlu kamu tonjolkan da mana yang perlu kamu simpan hanya untuk dirimu sendiri. Jangan sampai kamu terlalu percaya diri hingga terlihat menyebalkan atau terlalu rendah diri hingga terlihat membosankan.

Kedua, hal kecil yang dapat menggagalkan wawancara kerja ialah melakukan drama ditengah percakapan wawancara. Drama yang dimaksud adalah bersikap berlebihan seperti membesar-besarkan masalah pribadi atau menjelekkan mantan perusahaan tempat kamu bekerja dulu.

Melakukan drama ditengah percakapan dengan tujuan menarik simpati pewawancara ini sebaiknya kamu hindari. Mungkin kamu akan diingat olehnya tetapi bukan berarti kamu akan diluluskannya dalam wawancara tersebut. Jika sedari awal kamu sudah melakukan drama maka sebenarnya kamu tidak bisa bersikap profesional dan hanya bersembunyi dengan memanfaatkan cerita pribadi untuk menarik simpati orang lain.

Secerdas apapun dirimu, hendaknya bisa menahan arogansi saat wawancara kerja karena sejatinya kamu yang membutuhkan perusahaan tersebut untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Hal kecil berikutnya yang akan menggagalkan wawancara kerja ialah bersikap arogan saat negosiasi gaji dengan pewawancara.

Daripada bersikap arogan lebih baik jika memungkinkan kamu membuka diskusi terbuka perihal gaji yang kamu inginkan. Jangan menuntut gaji besar tanpa tahu urgensinya. Pada saat menuntut nominal gaji, kamu harus tahu kalkulasinya dan juga sudah mengukur kemampuan diri apakah kamu tepat mendapatkannya atau tidak.

Jangan sampai hanya karena negosiasi gaji yang tidak menemukan titik tengah akhirnya wawancara gagal dan kesempatanmu hilang begitu saja. Maka dari itu, perihal gaji sebaiknya sudah kamu pikirkan sebelum menghadap pewawancara. Setidaknya saat kamu ditanya alasan mengapa mengajukan nominal tersebut, kamu sudah tahu jawabannya.

Keempat, hal kecil yang akan menggagalkan wawancara kerja ialah ketika kamu secara tidak sengaja justru menciptakan perdebatan kecil dengan si pewawancara. Bukannya mendapat kesan bagus yang memorable, kamu justru bisa ditandai sebagai salah satu pelamar yang tidak memiliki sopan santun.

Pada saat akan melamar sebuah pekerjaan, kamu perlu memahami karakter di pewawancara dengan cepat misalnya melalui bahasa tubuh atau cara bicaranya. Jika sedari awal tipe pewawancara adalah dominan dan dictator maka sebaiknya kamu yang mengambil posisi untuk mengalah bukannya malah mengajaknya berdebat.

Terakhir, hal kecil yang akan menggagalkan wawancara kerja ialah melakukan sebuah kebohongan dalam wawancara. Bisa jadi kamu mengatakan sesuatu yang bukan fakta namun kamu tetap mengatakannya dengan maksud membuat si pewawanara terkesan atau percaya bahwa kamu tidak memiliki riwayat kerja yang buruk sebelumnya.

Memang pada saat wawancara, kamu pasti tidak ingin orang baru mengetahui hal buruk tentangmu, namun sebaiknya tidak dengan cara berbohong. Jika kamu mengatakan atau mencantumkan informasi palsu maka jika hal tersebut ditelusuri oleh pihak pewawancara dan mereka menmukan bahwa kamu berbohong, pastinya mereka tidak akan tertarik lagi untuk merekrutmu bekerja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ