Saat keluarga terus menyesuaikan diri dengan kewajaran baru yang mengharuskan melakukan banyak hal di rumah saja

0 40

Saat keluarga terus menyesuaikan diri dengan kewajaran baru (new normal) yang mengharuskan melakukan banyak hal di rumah saja, alat-alat online atau internet dapat sedikit mempermudah proses penyesuaian tersebut.

Namun, kondisi ini sejatinya tidak mudah. Pasalnya, internet membuka banyak peluang untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi. Sementara, di sisi lain  juga membuat anak-anak menghadapi risiko yang tidak bisa dianggap sepele.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, mewujudkan ruang aman, nyaman, dan ramah bagi anak untuk tumbuh dan berkembang adalah tugas semua pihak. Perlindungan dan pemenuhan hak anak harus diwujudkan kapan saja dan dimana saja, tidak terkecuali dalam berinternet.

“Apalagi pada masa pandemi Covid-19, internet menjadi kebutuhan bagi anak untuk menjalani kegiatan belajar dari rumah. Bagi orang tua, dampingilah anak-anak selama berinternet. Jadikanlah mereka partner diskusi yang setara dengan kita, sehingga mereka memahami sisi positif dan negatif dari internet,” kata Bintang Puspayoga.

Hal itu disampaikan Bintang Puspayoga dalam webinar ‘Tangkas Berinternet: Membantu Keluarga Mempraktikkan Keamanan Berinternet dan Membangun Kebiasaan Digital yang Baik’ yang digelar Google Indonesia bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) dan Yayasan Sejiwa, Selasa (21/7/2020).

Bagi para guru, lanjut Menteri PPPA, manfaatkanlah teknologi internet dengan sebaik-baiknya sebagai sarana interaksi dan edukasi. Sementara untuk anak-anak, selalu akses konten bermanfaat yang sesuai dengan usia mereka. Jika merasa bingung atau ragu, segeralah bertanya ke orang tua atau guru.

“Kita manfaatkan momentum ini untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak dan perlindungan di internet demi kepentingan terbaik bagi anak. Melindungi anak kita, adalah tanggung jawab kita bersama. Selamat Hari Anak Nasional 2020, anak terlindungi, Indonesia maju,” tandas Bintang Puspayoga.

Sementara itu, Head of Public Affairs Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo mengatakan, Google berkomitmen membantu keluarga dan pengajar dapat secara optimal memanfaatkan kebaikan internet dari konten dan aplikasi berkualitas.

“Google terus mengembangkan alat dan program untuk membantu keluarga menggunakan teknologi, dari membantu orang tua menetapkan kebiasaan digital sampai menyediakan sumber informasi untuk mengajari anak cara berinternet yang lebih aman,” jelasnya.

Salah satu contohnya, kata Ryan, aplikasi Family Link dari Google membantu orang tua menciptakan kebiasaan yang sehat untuk anak mereka yang masih kecil maupun yang sudah remaja. “Serta, mengawasi anak saat menggunakan internet di sebagian besar perangkat Android atau Chromebook,” tandas Ryan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ