Salah satu dosen di Surabaya menciptakan aplikasi penghitungan cepat pemilu

Salah satu dosen di Surabaya menciptakan aplikasi penghitungan cepat pemilu

TEKNOLOGI108 Dilihat

Salah satu dosen di Surabaya menciptakan aplikasi penghitungan cepat pemilu. Pembuatan inovasi dari pengajar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) itu bertujuan, untuk membantu instansi pemerintah atau lembaga lainnya yang membutuhkan penghitungan cepat suara pemilih dalam pemilu.

Ide pembuatan digagas oleh Pengajar Program Studi Elektronika PENS, Firman Arifin. Berawal dari kebutuhan masyarakat terkait dengan pemilu yang tidak hanya sekadar mencoblos dan menunggu hasilnya besok, tetapi menurut Firman dengan teknologi maka bisa menjawab semua persoalan tersebut.

Dari kebutuhan ini, teknologi bisa menjawabnya, apalagi dengan memakai cara sederhana dengan aplikasi yang bisa digunakan oleh masyarakat yakni berbasis WA dan website.

Terkait entry data, dosen PENS ini hanya memanfaatkan teknologi WA dengan mengunakan sebuah IP yang sudah dibuat sebelumnya, yakni yang ia namai IP robot pak rt.

“Kenapa kita namai robot pak rt? Karena ada akronim kalau tanya-tanya bisa langsung ke Pak RT, maka saya menamai robot Pak RT. IP ini kita gunakan dalam tabulasi data di Pemilu 2024,” ujar Firman Arifin, Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) saat ditemui Beritasatu.com di Surabaya, Rabu (14/2/2024).

Firman menambahkan bahwa tidak semua orang bisa mengirim data ke WA yang terhubung langsung dengan aplikasi buatannya ini. Menurutnya, ada perlindungan melalui validasi data, apabila sebuah data masuk ke aplikasi ini.

Validasi tersebut di antaranya yang pertama adalah PIN. Hanya saksi-saksi di TPS yang dikasih kepercayaan yang bisa memberikan data lewat WA khusus lewat PIN, sehingga  PIN tersebut sudah mewakili sebuah TPS di tingkat kelurahan/kecamatan/provinsi.

Kedua ialah format data. Masing-masing pengirim data mempunyai format data, sehingga tidak semua orang mengetahuinya.

Ketiga, menghitung DPT (Daftar Pemilih Tetap), sehingga jika ada data yang masuk melebihi DPT maka akan tertolak datanya.

Menurut Firman, metode yang digunakan cukup sederhana, apalagi jika metode yang digunakan benar maka kecepatan validasi data akan tercapai.

“Akurasinya terjamin karena saksi-saksi ada di  lokasi TPS masing-masing. Selain itu, ada tim center yang memverifikasi data yang masuk dari data saksi. Metode ini bisa digunakan untuk real count maupun quick count,” tutup Firman.

Hingga kini aplikasi karya dosen PENS ini sudah dimanfaatkan oleh salah satu instansi pemerintah, parpol, maupun caleg untuk tingkat akurasi datanya ia mengeklaim dipastikan akurat.