Salah satu pihak yang disebut turut kecipratan aliran fee bansos, yakni pedangdut Cita Citata

oleh -1.009 views

 Sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansosCovid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja dan konsultan hukum Harry Van Sidabukke mengungkap fakta mengenai aliran dana dari fee yang diterima mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara bersama dua anak buahnya Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Salah satu pihak yang disebut turut kecipratan aliran fee bansos, yakni pedangdut Cita Citata. Dia disebut turut menerima uang senilai Rp 150 juta dari hasil fee pengadaan bansos Covid-19.

Munculnya nama Cita Citata tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini saat Jaksa menelisik aliran uang senilai Rp 16,7 miliar yang diduga mengalir ke berbagai pihak.

Matheus Joko Santoso yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan ini mengakui aliran uang itu dipergunakan untuk berbagai kegiatan. Salah satunya, Joko yang merupakan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyebut mengenai kegiatan di Labuan Bajo.

“Pembayaran artis, untuk kegiatan rapat Labuan Bajo Rp 150 juta,” ungkap Jaksa Muhammad Nur Azis saat membacakan BAP dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/3/2021).

Jaksa mencecar, mengapa pembayaran tersebut diambil dari fee pengadaan bansos. Tetapi Joko mengaku hanya menjalankan perintah.

“Kenapa ambil dari fee?,” telisik Jaksa.

728×90 Leaderbord

Nggak tahu, hanya jalankan perintah,” cetus Joko.

“Artinya siapa?,” cecar Jaksa.

“Informasinya Cita Citata, saya nggak hadir,” kata Joko.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja dan konsultan hukum Harry Van Sidabukke telah menyuap mantan Mensos Juliari P Batubara bersama dua PPK Kemsos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso dengan total Rp 3,2 miliar. Suap tersebut untuk memuluskan penunjukan perusahaan sebagai vendor pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Harry didakwa memberikan suap senilai Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa memberi suap sebesar Rp 1,95 miliar. Pemberian suap dari kedua terdakwa ini dilakukan secara bertahap.