Salut, Alumni Perguruan Tamansiswa Arun Kota Lhokseumawe Silaturahmi Bersama Mantan Dewan Guru

0 795

Lhokseumawe – Guru dan murid adalah dua hal yang saling terkait. Keduanya merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. Ada guru jika ada murid. Begitu juga sebaliknya. Guru dan murid ada kalau ada ilmu yang diajarkan dan dipelajari. Begitulah siklus yang selalu berlaku dalam sepanjang sejarah manusia. Memang ada istilah experience is the best teacher (pengalaman adalah guru yang baik).

Begitulah halnya sebaik baik murid yang mengenang jasa guru, kesuksesan murid karena didikan guru. Guru Pahlawan tanpa tanda jasa.

Mengenang masa Alumni, angkatan 99 SMA Tamansiswa Arun melaksanakan reuni di Auditorium SMA Modal Bangsa Arun, Kota Lhokseumawe Jumat (16/8) dengan mengundang mantan semua guru mereka dari Taman Indria (TK) hingga (SMA).

Hadir 10 orang guru, Taman muda SD, Hadir 12 orang guru taman dewasa SMP, Hadir 12 orang dan SMA Hadir 8 orang guru.

Bersamaan dengan memperingati HUT RI ke 74, sebagai ketua panitia dalam reuni Aruners 99 Tamansiswa, Budi Wirawan.

” Alumni diperkirakan yang hadir ada 25 orang mereka datang dari berbagai kota di Indonesia yg tujuannya pulang ke tempat asal sekolah mereka di Arun bahkan mereka juga ada dari luar negeri pulang untuk reuni”, ujar Budi.

Salah seorang guru senior Tamansiswa Arun sejak tahun 1983 dalam sambutannya sangat mengapresiasi mantan murid muridnya yang pulang demi menjenguk guru guru mereka, walaupun telah sukses namun tidak melupakan jasa gurunya.

” saya azhar budiman atas mana guru salut dan perlu kita kenang untuk siswa yang ingat pada gurunya “, ujar salah seorang Guru Tamansiswa yang saat ini menjabat Wakil Kepala Sekolah SMA Modal Bangsa Arun, H. Azhar Budiman, S.Pd

” Saya berharap kalian terus menjaga nama baik Alumni Arun dimanapun kalian berada, Jaga kekompakan “. Ucapnya.

Dan tak lupa di ujung acara para alumni Tamansiswa turut memberi bingkisan dan bantuan dana untuk semua guru yg hadir.

Seperti kita ketahui Perguruan Tamansiswa Arun baru ada jauh setelahnya. Terjadi tiga kali perubahan yayasan pendidikan, Tamansiswa (1980-2002), Yapena (2002 – 2011) dan sejak tahun 2011 berubah menjadi sekolah Modal Bangsa. Bersumber pada data sekolah, dari tahun 1983 – 2007 tercatat ada 4.553 alumni. Jadi selama kurun waktu 24 tahun tidak mencetak banyak alumni, mungkin karena sekolah bukan untuk umum, Alumni Arun (Baca : Anak Arun)  menjadi istimewa. keistimewaan pertamanya adalah; Tidak semua orang bisa sekolah di Arun.

Kedua, Alumni Arun heterogen dalam sosial, karena berasal dari berbagai daerah. Bhineka Tunggal Ika yang walau berbeda tapi tetap satu, di mana karyawan PT Arun berasal ada yang dari Jawa, Sunda, Sumatera, Kalimantan dan suku asli daerah Aceh sendiri yang melahirkan generasi baru, lalu berbaur seolah terjadi suku baru, bisa disebut Suku Arun. Jadi tidak heran jika ada alumni yang logat nya ‘medhok’ Jawa tapi tidak bisa bahasa Jawa padahal mbahnya orang Jawa. Faktanya Anak Arun generasi millenium (lahir dan dibesarkan di Arun tahun 2000 an) merasa kampung halamannya adalah Komplek PT Arun.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ