Sebagai perusahaan platform media sosial (medsos) menolak disalahkan atas kegagalan target vaksinasi Covid-19

oleh -434 views

Sebagai perusahaan platform media sosial (medsos), Facebook pada Sabtu (17/7/2021) menolak disalahkan atas kegagalan target vaksinasi Covid-19 pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (17/7/2021), Facebook melontarkan pembelaan dari tudingan Biden.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden menuding bahwa platform media sosial (medsos) sudah “membunuh orang” dengan membiarkan informasi yang salah tentang vaksin virus corona berkembang biak dan menyebar luas.

Data menunjukkan bahwa 85 persen pengguna Facebook di AS telah atau ingin divaksinasi terhadap Covid-19,” kata Facebook dalam posting blog perusahaan oleh Guy Rosen, wakil presiden perusahaan.

“Tujuan Presiden Biden adalah agar 70 persen orang Amerika divaksinasi pada 4 Juli. Facebook bukan alasan tujuan ini terlewatkan,” tambahnya.

nformasi yang salah tentang Covid-19 telah menyebar selama pandemi di situs media sosial termasuk Facebook, Twitter, dan YouTube milik Alphabet. Para peneliti dan anggota parlemen telah lama menuduh Facebook gagal mengawasi konten berbahaya di platformnya.

“Mereka membunuh orang. Lihat, satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah di antara yang tidak divaksinasi. Dan mereka membunuh orang,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat ketika ditanya tentang informasi yang salah dan apa pesannya kepada media platform media seperti Facebook.

Perusahaan Facebook telah memperkenalkan aturan untuk tidak membuat klaim palsu yang spesifik tentang Covid-19 dan vaksinnya. Perusahaan menyatakan bahwa Facebook memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang topik ini.

“Varian Delta dari virus corona sekarang menjadi jenis yang dominan di seluruh dunia, disertai dengan lonjakan kematian di seluruh Amerika Serikat hampir seluruhnya di antara orang-orang yang tidak divaksinasi,” kata para pejabat AS, Jumat.

Kasus Covid-19 di Amerika naik 70% dari minggu sebelumnya dan kematian naik 26%. Wabah terjadi di beberapa bagian negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

No More Posts Available.

No more pages to load.