Sedikitnya 11 politisi Partai Republik Amerika Serikat dipimpin Senator Ted Cruz berencana menghalangi

oleh -725 views

Sedikitnya 11 politisi Partai Republik Amerika Serikat dipimpin Senator Ted Cruz berencana menghalangi, atau paling tidak menunda pengesahan kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih dalam sidang di Senat Rabu (6/1/2021) mendatang.

Sidang tersebut merupakan tahapan terakhir pemilihan presiden yang dimulai sejak pemungutan suara 3 November sebelum presiden terpilih dilantik pada 20 Januari.

Wakil Presiden Mike Pence yang juga merangkap jabatan presiden Senat dikabarkan menyambut baik rencana itu.

Kelompok politisi Partai Republik tersebut ingin penundaan 10 hari untuk dilakukannya audit atas pemilihan presiden yang mereka tuduh telah dicurangi, tanpa bukti-bukti kuat sejauh ini.

Upaya mereka hampir bisa dipastikan akan gagal karena sebagian besar senator lainnya menyatakan akan tetap mengesahkan kemenangan Biden, kandidat dari Partai Demokrat.

Selain itu, seluruh negara bagian dan District of Columbia sudah mengesahkan hasil penghitungan suara masing-masing, sebagian di antaranya setelah dilakukan hitung ulang.

Presiden Donald Trump telah berulang kali menolak mengakui kekalahan dan tim hukum serta pendukungnya telah melayangkan puluhan gugatan di sejumlah negara bagian yang menjadi kunci kemenangan Biden.

728×90 Leaderbord

Menurut media setempat, sedikitnya 60 gugatan telah ditolak dan hanya satu yang dimenangkan kubu Trump, terkait sejumlah kecil suara lewat pos di Pennsylvania, negara bagian yang dimenangkan Biden. Putusan ini sama sekali tidak berdampak pada hasil akhir.

Pence tidak terlalu ngotot menyebarkan tuduhan kecurangan seperti Trump, tetapi akhir pekan ini staf dekatnya Marc Short mengatakan bahwa Pence “ikut merasakan keprihatinan jutaan rakyat Amerika tentang kecurangan dan pelanggaran suara”.

“Pence menyambut upaya anggota DPR dan Senat untuk menggunakan otoritas yang mereka miliki sesuai hukum dalam mengajukan keberatan dan menyampaikan bukti-bukti (kecurangan) kepada Kongres dan rakyat Amerika,” kata Short.

Pence akan memimpin sidang 6 Januari dan diharapkan mengesahkan Biden sebagai pemenang pemilihan presiden.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan pemilihan bulan November mengindikasikan telah terjadi kecurangan, pelanggaran dan kelemahan dalam penegakan UU pemilu.

Namun, investigasi yang dilakukan Kementerian Hukum tidak menemukan bukti-bukti apa pun atas klaim mereka ini.

Kelompok politisi tersebut juga merujuk pada preseden tahun 1877 — ketika sebuah komite independepen dibentuk untuk melakukan investigasi karena dua partai besar sama-sama mengklaim menang di tiga negara bagian.

Mereka menuntut Kongres untuk membentuk sebuah komisi untuk melakukan “audit darurat selama 10 hari atas hasil pemilihan di negara bagian-negara bagian yang menjadi sengketa”.

“Begitu selesai, masing-masing negara bagian harus mengevaluasi temuan komisi itu dan dimungkinkan menggelar sesi sidang khusus di lembaga legislatif mereka untuk mengesahkan perubahan hasil suara jika memang diperlukan,” bunyi pernyataan mereka.

Uniknya, mereka juga mengakui upaya ini akan sulit untuk diwujudkan.

“Kami bukan orang-orang naïf. Kami menduga bahwa sebagian besar — kalau tidak semua — anggota Partai Demokrat dan mungkin juga sejumlah kecil anggota Partai Republik akan berpendapat sebaliknya,” bunyi pernyataan itu.

Di luar kelompok itu, Senator Missouri Josh Hawley juga mengatakan akan menolak hasil pilpres karena meragukan integritas pemilihan.

Jika ada keberatan dari satu anggota DPR dan satu anggota Senat, maka harus dibuka sesi debat selama dua jam, diikuti pemungutan suara.

Namun, keberatan yang diajukan harus mendapat dukungan mayoritas dari DPR dan Senat untuk bisa diterima. Partai Republik menguasai Senat, tetapi sejumlah senator mereka sudah mengatakan akan menerima hasil pilpres.

Mereka mengatakan dari dulu sidang Senat seperti ini hanya formalitas saja untuk mengesahkan hasil pilpres dan tidak boleh dijadikan ajang untuk memperpanjang sengketa pilpres.

Sementara itu, Partai Demokrat menguasai kursi di DPR.

Ketua Fraksi Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, sebelumnya sudah mengucapkan selamat kepada Biden dan meminta para koleganya untuk tidak mengajukan keberatan.

Senator Mitt Romney, satu-satunya senator Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump tahun lalu, juga mengecam upaya membalikkan hasil pilpres.

“Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya hal-hal seperti ini bisa terjadi di negara demokrasi terbesar di dunia. Apakah memang ambisi sudah begitu mengubur prinsip?” ujarnya dalam pernyataan tertulis.