Sejumlah pihak melaporkan sekitar 90 orang tewas dalam konflik di Myanmar

oleh -432 views

Sejumlah pihak melaporkan sekitar 90 orang tewas dalam konflik di Myanmar hari Sabtu (27/3/2021) saja, sehari setelah televisi pemerintah mengirim peringatan yang menggetarkan.

Dalam siarannya, televisi pemerintah mengatakan masyarakat “harus belajar dari tragedi kematian buruk yang sebelumnya, bahwa Anda bisa berisiko tertembak di kepala dan punggung”.

Media setempat The Irrawaddy dan Myanmar Now memberitakan jumlah korban jiwa yang berbeda sepanjang Sabtu.

Myanmar Now menulis ada 91 korban jiwa di 40 kota.

Sementara itu The Irrawaddy menyebutkan 59 orang tewas, termasuk tiga anak di 28 lokasi berbeda.

Dengan perkembangan ini, korban tewas sejak kudeta 1 Februari menembus 400.

Para aktivis memang menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran hari itu meskipun militer mengancam akan menggunakan kekerasan untuk menindak.

728×90 Leaderbord

Korban tewas terjadi di Yangon, Magway, Mogok, Kyaukpadaung, Mayangone, dan juga di jalanan kota Mandalay, di mana pengunjuk rasa membawa bendera Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partai pimpinan Aung San Suu Kyi.

Hari itu bertepatan dengan hari jadi ke-76 Angkatan Bersenjata Myanmar, yang menurut delegasi Uni Eropa berubah menjadi “hari penuh teror dan cela” karena aksi pembunuhan terhadap warga sipil tidak bersenjata dan anak-anak.

Pada perayaan hari Angkatan Bersenjata itu, pemimpin kudeta militer Min Aung Hlaing berpidato di televisi untuk menjanjikan pemilu lagi, tetapi dia tidak memberi tenggat waktu khusus.

“Angkatan bersenjata berusaha untuk merangkul seluruh bangsa dalam menjaga demokrasi,” kata Aung Hlaing, jenderal yang sekarang menjadi musuh dunia.

“Aksi kekerasan yang berdampak pada stabilitas dan keamanan demi menyampaikan tuntutan bukan tindakan yang tepat,” tambahnya.

Ia kembali mengatakan bahwa militer terpaksa mengambil alih kekuasaan karena “tindakan melanggar hukum” yang dilakukan Suu Kyi dan partainya.

Suu Kyi sampai saat ini masih ditahan di tempat yang tidak disebutkan. Militer menuduh partai NLD menang karena curang dalam pemilu November 2020.