Sekjen PUKM Muhajir: Selamat Atas Peresmian Bandara Jenderal Soedirman

oleh -248 views

 

Purbalingga- Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, resmi diaktifkan mulai Senin (1/6). Pengaktifan ini menyambut penerbangan komersial perdana pada Kamis (3/6). “Ujar Muhajir, S.Kep.Ners.MMR pada hari yang sama kepada awak Media.

Status aktif bandara ini ditandai dengan kegiatan simulasi akhir dari rencana pengoperasiannya. Pesawat ATR 72 milik Citilink terbang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga pada Selasa (1/6) pukul 09.30 wib. Tepat pada pukul 11.05 WIB, pesawat dengan kode penerbangan IG 1856 tersebut mendarat mulus di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga.

Pesawat bermesin turboprop itu mengangkut pejabat Angkasa Pura II dan Citilink untuk melakukan Proving Flight to Bandara JBS, Selasa (1/6).

“Mulai hari ini 1 Juni 2021, secara resmi Bandara Jenderal Besar Soedirman berstatus In Active Operation, sehingga semua yang akan memasuki bandara diperlakukan SOP oleh operator bandara,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Persero Muhamad Awaludin seusai turun dari pesawat.

Awaludin mengatakan, penerbangan komersial perdana akan dilakukan Citilink dengan rute Bandara Juanda, Surabaya – (PWL) Purbalingga – Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada 3 Juni 2021. Pesawat kemudian akan kembali lagi dari Jakarta menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman sebelum akhirnya kembali ke Juanda Surabaya.

Selain Citilink, sudah ada maskapai lainnya yang melirik untuk melayani penerbangan rute ke dan dari Bandara Jenderal Besar Soedirman. Namun, maskapai itu harus membuat pengajuan ke regulator untuk mengantongi izin rute dan flight approval.

Maskapai yang sudah melirik rute itu adalah Wings Air dari Lion Air Group. Maskapai ini mengoperasikan jenis pesawat yang sama, ATR 72.

Awaludin menuturkan, tingkat okupansi ke dan dari Bandara Jenderal Besar Soedirman pada tahap awal di atas 70%. Angka ini merupakan pertanda baik.

Pesawat Citilink yang melayani penerbangan ke Purbalingga berkapasitas 72 penumpang. Dengan adanya standar protokol kesehatan harus ada set (tempat duduk) yang dikosongkan.

“Dilihat dari rasio atau okupansi dari set capasity yang terutilisasi 70% itu sudah sangat baik, apalagi ini ditahap awal,” sebut Awaludin.

Mimpi 15 Tahun

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dalam sambutannya mengatakan, status aktif beroperasi yang bertepatan dengan 1 Juni atau Hari Lahir Pancasila merupakan tanda bersejarah. Pasalnya, keberadaan bandara di Purbalingga telah jadi mimpi besar seluruh masyarakat Purbalingga yang sejak 15 tahun lalu. Mimpi itu kini menjadi kenyataan.

Keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat bermanfaat untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Bandara ini tidak hanya untuk Kabupaten Purbalingga tetapi untuk seluruh kabupaten yang berada di Jawa Tengah bagian selatan barat.

“Saya ajak seluruh masyarakat Purbalingga dan masyarakat di Barlingmascakeb atau eks Karesidenan Banyumas untuk bersama-sama menyengkuyung, menghidupkan, memakmurkan bandara JBS di Kabupaten Pubalingga,” ajaknya.

Tiwi berharap, keberadaan Bandara JBS tidak saja berdampak positif bagi sektor perekonomian, tetapi juga sektor perindustrian dan sektor pariwisata yang merupakan salah satu unggulan seluruh kabupaten di Jawa Tengah bagian barat selatan.

“Selamat diresmikannya bandara Purbalingga, sukses selalu dan menjadi kebanggaan bersama, “tutup Muhajir.

Laporan: JL

No More Posts Available.

No more pages to load.