Sengketa terbuka antara Arab Saudi dan tetangganya Uni Emirat Arab (UEA) mengungkap adanya perbedaan

oleh -649 views

Sengketa terbuka antara Arab Saudi dan tetangganya Uni Emirat Arab (UEA) mengungkap adanya perbedaan jalan antara dua teman yang sebelumnya tidak terpisahkan, yang sekarang saling bersaing berebut laba dari lonjakan harga minyak dunia — mungkin untuk terakhir kalinya.

Letupan kecil dalam hubungan dua kerajaan di Teluk itu biasanya diselesaikan di balik tembok istana, tetapi debat sengit tentang masa depan produksi minyak dunia berkembang menjadi masalah terbuka pekan ini.

UEA menentang keras usulan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara produsen minyak lainnya karena dinilai tidak adil, sehingga memicu ketegangan yang bisa menggagalkan upaya untuk membendung laju kenaikan harga minyak mentah di tengah situasi rapuh akibat pandemi.

Jarang ada yang berani menantang Arab Saudi — pengekspor minyak terbesar di dunia, kekuatan ekonomi terbesar di dunia Arab, dan juga penjaga kota-kota paling suci dalam Islam.

Namun, garis batas sudah terlanjur tercipta sebelum digelarnya pertemuan virtual pekan ini. Meskipun para pengamat mengatakan perpecahan skala penuh mustahil terjadi, tetapi nafsu bersaing di antara mereka akan makin menggelora.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto di Arab Saudi, dan Putra Mahkota UEA Mohammed bin Zayed sudah lama dianggap sebagai pasangan penguasa di kawasan itu, dikenal dengan inisial nama mereka yang harmonis — MBS dan MBZ.

Meski MBZ pernah disebut-sebut sebagai mentor bagi mitranya yang lebih muda, belakangan ini mereka jarang muncul berdua sehingga memicu spekulasi bahwa hubungan mereka mulai dingin.

Balapan Ekonomi
Rivalitas ekonomi adalah inti dari perseteruan itu. Dua negara Teluk tersebut saling berupaya meraup dana dari cadangan minyak mereka yang besar ketika awal dari akhir era kejayaan minyak sudah dimulai.

Riyadh susah payah mencari dana untuk melakukan program diversifikasi ekonomi sebelum masa peralihan dari minyak bumi ke sumber energi terbarukan tuntas.

Kerajaan itu sudah “50 tahun mengalami kemandekan dalam hal kebijakan ekonomi dan dinamisme sehingga sekarang harus mengejar ketertinggalan,” kata Ali Shihabi, penasihat pemerintah Saudi.

Penguasa UEA “akan paham bahwa Anda perlu memberi sedikit ruang untuk itu”, imbuhnya.

Kirsten Fontenrose, mantan staf Gedung Putih untuk urusan kebijakan Saudi dan sekarang bergabung dengan Atlantic Council, mengatakan taktik lebih keras akan mewarnai sengketa di internal OPEC dan para mitra produsen minyak.

Para negara yang bertetangga itu sudah memutuskan “kami harus memprioritaskan masa depan keuangan sendiri daripada persahabatan”, kata Fontenrose.

“Sifatnya saling balas dan tidak perlu sakit hati, cuma soal realitas ekonomi saja,” jelasnya.

Arab Saudi, yang lama mejadi raksasa tidur, makin menjadi pesaing utama bagi UEA — yang sudah lama menjadi pusat jasa dan bisnis di kawasan — dengan menciptakan aneka industri di luar minyak seperti turisme dan teknologi mulai dari nol.

Betapa pun juga kualitas hidup dan kemudahan berbisnis yang ada di Dubai dan Abu Dhabi, UEA, akan tetap menjadi keunggulan utama dibandingkan birokrasi berbelit dan rumit di Riyadh.

Karena tidak memiliki banyak wortel, maka Arab Saudi memilih untuk mengeluarkan tongkatnya.

Pada Februari, Saudi mengultimatum perusahaan-perusahaan asing bahwa kalau mereka ingin mendapat proyek negara syaratnya harus memiliki kantor pusat Timur Tengah di kerajaan itu, efektif 2024.

“Ada semacam tindakan tidak adil oleh tetangga kami, tetapi masalah ini akan diselesaikan, insyaallah,” kata seorang penasihat pemerintah UEA yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada AFP.

Luka Perang
Awal mula keretakan hubungan terjadi pada pertengahan 2019, ketika UEA mendadak mundur dari konflik dahsyat di Yaman, setelah selama lima tahun mendampingi Arab Saudi dalam koalisi pendukung kubu pemerintah Yaman yang diakui masyarakat internasional.

Peristiwa itu membuat Riyadh tertinggal sendiri dalam kesulitan dan sampai sekarang belum bisa sepenuhnya lolos.

“Apakah ada sikap sensitif di Saudi ketika UEA mendadak keluar dari Yaman? Ya, ada,” kata Shihabi, sang penasihat pemerintah Saudi.

“Saudi pasti berharap UEA akan bertindak lebih lambat dan lebih terkoordinasi, tetapi mereka punya kalkulasi sendiri sehingga sedikit membuat sakit hati juga.”

Keputusan menghebohkan dalam diplomasi regional juga makin menggambarkan perbedaan pandangan di antara dua kekuatan besar di Teluk itu.

UEA menjadi ujung tombak dalam membuka hubungan dengan Israel dengan menandatangani “Abraham Accords” yang disponsori Amerika Serikat pada September 2020, setelah itu diikuti oleh Bahrain, Maroko, dan Sudan, yang memicu kemarahan warga Palestina.

Riyadh tidak bersedia bergabung, meskipun dibujuk-bujuk oleh Washington.

Di pihak lain, Arab Saudi mulai rujuk lagi dengan Qatar, yang selama tiga tahun diboikot oleh negara-negara tetangga karena dituduh mendukung gerakan politik Islam dan terlalu akrab dengan Iran, musuh bersama di kawasan itu.

UEA, yang menentang politisasi Islam, patuh dengan upaya rujuk tetapi tidak terlalu antusias.

Sengketa Terbuka
“Sekarang ada aliansi-aliansi baru yang terbentuk di kawasan itu,” kata si penasihat pemerintah UEA.

“Sudah ada dua kubu yang muncul,” imbuhnya.

Kepentingan yang berbeda dulu ditangani secara tertutup, tetapi sekarang mengemuka di depan umum. Meskipun demikian para pengamat menyebut sengketa Saudi-UEA ini tidak akan memburuk seperti ketika terjadi perselisihan dengan Qatar.

“Omongan soal sengketa itu dilebih-lebihkan,” kata Fontenrose.

“Dua negara tersebut hanya saling berusaha untuk mengamankan masa depan ekonomi yang sudah dikemukakan dalam rencana visi masing-masing dan menjadi andalan pemimpin mereka.”

Namun, tidak seperti masalah kebijakan Yaman dan persaingan berebut investasi asing, sengketa tentang produksi minyak tidak bisa diselesaikan diam-diam karena masalah ini punya pertaruhan besar di pasar energi global.

“Anda tidak bisa menghindari itu di OPEC,” kata Shihabi.

“Jika Anda bersama lebih dari 20 orang di satu ruangan dan kemudian bertengkar dengan istri, Anda tidak akan bisa menyembunyikan itu.”

No More Posts Available.

No more pages to load.