Seorang migran Sudan dipukuli, ditembak, dan dibunuh setelah melarikan diri dari pusat penahanan yang dikelola pemerintah Libia

oleh -1.335 views

Seorang migran Sudan dipukuli, ditembak, dan dibunuh setelah melarikan diri dari pusat penahanan yang dikelola pemerintah Libia. Seperti dilaporkan AP, Rabu (13/10/2021), badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan korban adalah salah satu dari lebih dari 5.000 migran yang ditahan dalam penumpasan besar-besaran awal bulan ini.

Menurut UNHCR, pria berusia 25 tahun yang tiba di Libia sejak dua tahun lalu ditahan di pusat penahanan Mabani di ibu kota Libia, Tripoli. Pria asal wilayah Darfur yang dilanda perang di Sudan, dipukuli dan ditembak sebelum pria bersenjata bertopeng membawanya ke rumah sakit. Korban kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain dan akhirnya dia meninggal pada Selasa (12/10) malam.

UNHCR telah menyerukan penyelidikan atas pembunuhan itu dan meminta pertanggungjawaban para pelaku.

Libia menahan para migran di pusat-pusat penahanan yang penuh sesak di mana penyiksaan, kekerasan seksual dan pelanggaran lainnya marak terjadi.

Menurut badan migrasi PBB, penjaga di Mabani menembak dan membunuh sedikitnya enam migran dan melukai sedikitnya 15 orang ketika ratusan melarikan diri dari pusat penahanan.

Pihak berwenang Libia menangkap kembali banyak migran sementara yang lain mencari perlindungan di fasilitas UNHCR.

Libia telah dilanda kekacauan sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan dan membunuh diktator lama Moammar Gadhafi pada tahun 2011.

Sejak kekacauan tersebut, daerah Libia muncul sebagai pusat migran bagi mereka yang melarikan diri dari kemiskinan dan perang saudara di Afrika dan Timur Tengah dan berharap kehidupan yang lebih baik di Eropa.

No More Posts Available.

No more pages to load.