Seorang terpidana kasus pembunuhan yang dihukum mati di Nevada

oleh -361 views

Seorang terpidana kasus pembunuhan yang dihukum mati di Nevada, Amerika Serikat, memohon agar eksekusi dilakukan oleh regu tembak daripada dengan suntikan mati.

Alasannya, metode eksekusi dengan tembakan “kurang menyakitkan” dibanding suntik mati atau lethal injection.

Bupati Pesawaran

Zane Michael Floyd kemungkinan akan dieksekusi Juni mendatang dan menjadi yang pertama dalam 15 tahun terakhir di Nevada.

Para pengacara dia mengatakan permintaan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengulur waktu, tetapi demi alasan kemanusiaan karena metode yang dipilih tidak terlalu menyakitkan seperti suntik mati.

Di Amerika Serikat jarang sekali ada eksekusi yang dilakukan oleh regu tembak.

Pengacara bernama Brad Levenson mengatakan Floyd ingin menghindari metode suntik mati yang menggunakan kombinasi tiga obat dan berlaku di negara bagian tersebut.

Permintaan seperti ini harus disertai pilihan opsi dari terpidana, dan Levenson mengatakan tembakan peluru adalah “cara yang paling manusiawi”.

728×90 Leaderbord

Di Amerika Serikat, eksekusi oleh regu tembak hanya berlaku di tiga nefara bagian — Mississippi, Oklahoma, dan Utah. Metode ini sudah tidak digunakan lagi sejak 2010.

Jaksa wilayah Nevada sebelumnya mengatakan mereka akan meminta surat perintah eksekusi terhadap Floyd bulan depan, dan tanggal eksekusi diperkirakan pada awal Juni. Ini akan menjadi eksekusi pertama di Nevada sejak 2006.

Floyd, 45, dinyatakan bersalah menembak mati empat orang dan melukai satu orang di sebuah supermarket di Las Vegas pada 1999.

Pidana mati dijatuhkan pada 2000 setelah ia mengaku bersalah.

Terpidana sudah melakukan banding beberapa kali dan juga meminta pengampunan dari negara bagian tanpa hasil.

Saat ini terdapat 70 terpidana mati di Nevada – satu dari 27 negara bagian yang masih menerapkan hukuman mati.