Sepekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali, kunjungan ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta kembali turun sekitar 8 persen menjadi tinggal 32 persen

oleh -192 views

Sepekan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali, kunjungan ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta kembali turun sekitar 8 persen menjadi tinggal 32 persen. Padahal sebelum PPKM diberlakukan, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan hanya sekitar 40 persen dari kondisi normal sebelum pandemi.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat menyampaikan, penurunan jumlah pengunjung ini dikarenakan adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan yang hanya sampai pukul 7 malam. Apalagi dine in atau makan di tempat juga hanya diizinkan 25 persen, ditambah adanya aturan 75 persen work from home (WFH).

“Kebijaannya ini dampaknya sangat luas bagi pusat perbelanjaan. Dari hasil pantauan kami sejak 11 Januari 2020 sampai hari ini, trafik yang tadinya 40 persen hanya sampai rata-rata sekitar 32 persen. Bahkan beberapa pusat belanja mencapai 30 persen. Jadi drop sekitar 8 persen,” kata Ellen Hidayat dalam konferensi pers virtual, Senin (18/1/2021).

Menurut Ellen, kondisi ini memaksa pusat belanja dan para tenant untuk mengurangi tenaga kerja. Sekitar 15 persen retailer ataupun tenant juga tidak melanjutkan sewanya lagi karena sudah habis masa sewanya, sehingga ke depan akan terjadi kekosongan di pusat belanja. Hal ini sangat disayangkan, padahal menurut Ellen, pusat perbelanjaan selama ini selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Sampai saat ini, pusat belanja di DKI Jakarta bukan merupakan klaster Covid-19. Sedangkan peraturan yang dibuat saat PSBB atau PPKM, pusat belanja selalu menjadi sasaran tembak. Padahal di luar sana restoran yang berdiri sendiri di luar pusat belanja, itu masih boleh melakukan delivery atau take away sampai jam 24.00 dan lain sebagainya. Namun, pusat belanja harus tutup jam 7 malam, sehingga kehilangan peak season,” kata Ellen.

Ellen berharap, pemerintah melakukan kajian yang lebih tepat dalam menetapkan klaster Covid-19, sehingga pada saat melakukan pengawasan atau penanganan penyebaran Covid-19 bisa lebih tepat sasaran, dan juga adanya keadilan dalam menerapkan berbagai kebijakan.

Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menambahkan, adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 7 malam selama PPKM membuat seluruh ekosistem di pusat perbelanjaan terganggu.

728×90 Leaderbord

Karenanya, Hippindo juga berharap agar jam operasional pusat perbelanjaan bisa lebih diperpanjang. Karena biasanya pengunjung banyak datang ke pusat perbelanjaan di malam hari untuk makan malam sekaligus berbelanja.

“Kami harapkan pemerintah bisa melihat semua kepentingan dari pelaku usaha. Hippindo merasakan sekali dampak pembatasan ini, padahal selama ini kami selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Budihardjo.

Apabila pemerintah akan memberlakukan kembali pembatasan setelah PPKM berakhir pada 25 Januari nanti, Budihardjo berharap pemerintah ikut melibatkan asosiasi pusat belanja untuk membantu memberikan masukan terkait kebijakan yang akan diambil.