Setelah dibanjiri kritik, pemerintah Inggris mulai serius mengambil tindakan melawan wabah virus corona

0 32

Setelah dibanjiri kritik, pemerintah Inggris mulai serius mengambil tindakan melawan wabah virus corona.

Uniknya, sejumlah kebijakan baru yang diumumkan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, Selasa (24/3/2020) malam, memiliki banyak kemiripan dengan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia belakangan ini.Berikut poin-poin penting dalam paket tindakan Inggris menghadapi wabah Covid-19, seperti dikutip BBC:

– Pemerintah Inggris akan membangun rumah sakit darurat berkapasitas 4.000 tempat tidur, memanfaatkan gedung ExCel Conference Centre di London, dengan bantuan militer.

Di Indonesia, pemerintah sudah membangun rumah sakit darurat memanfaatkan Wisma Atlet di Kemayoran dengan kapasitas yang kurang lebih sama dan bisa setiap saat ditambah. Rumah sakit di Wisma Atlet ini sudah diresmikan Presiden Joko Widodo dan mulai beroperasi Senin lalu. TNI juga dilibatkan dalam operasional rumah sakit darurat ini.

– Pemerintah Inggris akan merekrut 250.000 sukarelawan untuk membantu Kementerian Kesehatan. Para volunteer ini akan bertugas berbelanja dan mengirim obat-obatan. Di Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akhir pekan lalu bahwa sudah dilakukan rekrutmen sukarelawan untuk tugas yang lebih beragam membantu operasional rumah sakit darurat di Wisma Atlet.

Bedanya adalah para volunteer di Inggris lebih terspesialisasi, bukan semata-mata masyarakat awam, dan jumlahnya jauh lebih banyak. Sebanyak 11.788 mantan tenaga medis bersedia kembali ke Kementerian Kesehatan Inggris, termasuk 2.660 dokter dan 6.147 perawat. Selain itu, 5.500 mahasiswa kedokteran tahun terakhir dan 18.700 mahasiswa akademi keperawatan tahun terakhir juga akan dilibatkan di “garis depan”.

– Pemerintah Inggris sedang dalam proses membeli 3,5 juta alat tes antibodi.

Indonesia sudah melakukannya, meskipun hanya 1 juta unit dan baru terkirim 150.000 unit. Cara kerja alat tes ini pun sama, yaitu mendeteksi level antibodi dalam tubuh. Jika ada peningkatan antibodi, artinya positif terserang virus. Namun, untuk mengetahui apakah virus itu adalah Covid-19 perlu tes lanjutan yang lebih rumit.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebutnya sebagai rapid testing kit, atau alat pengetesan cepat, yang bekerja dengan menggunakan sampel darah dan hasilnya cepat diketahui. Jika positif, perlu dilakukan swab test dengan mengambil spesimen di jaringan pernapasan atas untuk memastikan penyebabnya virus corona atau bukan.

Jumlah pasien positif virus corona di Inggris mencapai 8.077 hingga Selasa malam, dengan 422 korban jiwa.

Inggris menuai kecaman karena dinilai terlalu longgar kepada warganya dalam menghadapi wabah global ini. Akhir pekan kemarin, sejumlah taman dan tempat wisata Inggris dipenuhi pengunjung meskipun pemerintah sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap di rumah dan menjaga jarak atau social distancing.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah Inggris untuk memberlakukan lockdown atau karantina wilayah yang berlaku nasional mulai Selasa. Untuk yang satu ini, pemerintah Indonesia belum melakukannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ