Simak tipsnya berikut ini yang dilansir dari Mothers O’ Pedia. 

Simak tipsnya berikut ini yang dilansir dari Mothers O’ Pedia. 

Tips79 Dilihat

Sebagai orangtua, pertumbuhan anak menjadi perhatian yang sangat penting. Salah satu aspek penting dari perkembangan kognitif anak adalah daya ingat, yang berdampak pada pembelajaran, kemampuan pemecahan masalah, dan kinerja akademik secara keseluruhan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi pelupa. Misalnya, stres dan kurang tidur dapat menurunkan daya ingat mereka. Rasa lapar juga dapat berdampak besar terhadap kemampuan mereka untuk mengingat informasi dengan baik. Namun, ketika anak-anak mengalami kesulitan dalam mengingat informasi, itu mungkin menunjukkan kesulitan dengan apa yang disebut sebagai keterampilan memori kerja.

Keterampilan memori kerja adalah kemampuan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi dalam pikiran dalam waktu singkat. Kemampuan ini penting dalam proses belajar, karena memungkinkan anak untuk mengingat informasi yang baru dipelajari dan menggunakannya dalam konteks yang relevan. Orangtua bisa melakukan sejumlah aktivitas yang bisa meningkatkan daya ingat. Simak tipsnya berikut ini yang dilansir dari Mothers O’ Pedia.

1. Membaca bersama lalu minta ceritakan kembali

Membaca merupakan kegiatan yang memiliki dampak positif yang cukup besar. Hal ini dapat membantu perkembangan memori dan fokus pada anak. Melalui membaca, sang anak akan mendapatkan wawasan yang luas, kosakata baru, dan memperkuat konsentrasi mereka. Orangtua bisa mendampinginya dan meminta mereka untuk menceritakan kembali sebagai bentuk pelatihan daya ingat.

2. Mengajaknya jalan-jalan

Aktivitas satu ini merupakan hal yang sangat menyenangkan bukan? Permainan bola, berburu, atau sekedar mengamati membuat anak-anak tetap aktif dan dapat meningkatkan daya ingat. Ajak anak untuk mengamati alam sekitar saat berjalan-jalan seperti dedaunan, bunga, bahkan batu. Saat pulang ke rumah ajukan pertanyaan tentang kegiatan yang telah dilakukan. Cara ini bisa meningkatkan kemampuan memori dan mengasah keterampilan observasi.

3. Bermain teka-teki

Teka-teki merupakan permainan yang menyenangkan sekaligus menantang ingatan anak. Melalui permainan ini, mereka membutuhkan pemikiran yang kritis dan kemampuan mengingat informasi yang cepat. Permainan ini melibatkan kemampuan kognitif dan meningkatkan daya ingat. Carilah sejumlah teka-teki di internet.

4. Memainkan permainan memori

Selain teka-teki, orangtua bisa melakukan permainan yang cukup klasik. Sifat berulang dari permainan ini memperkuat kemampuan mengingat dan mengambil informasi.

Untuk anak kecil (sekitar 1-5 tahun)

Untuk anak-anak berusia sekitar 1-5 tahun, permainan “Simon Berkata” bisa menjadi pilihan yang bagus. Permainan ini, orangtua dapat memberikan instruksi sederhana seperti “Simon berkata sentuh hidungmu” atau “Simon berkata lompat dengan satu kaki”. Anak-anak diajak untuk mengikuti instruksi yang dimulai dengan “Simon berkata”. Jika instruksi tidak diawali dengan frase itu, maka mereka harus menahan diri untuk tidak melakukannya. Ini tidak hanya mengasah kemampuan ingatan mereka tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengikuti aturan.

Untuk anak di atas 5 tahun

Orangtua dapat mencoba permainan memori visual. Letakkan beberapa benda di depan anak dan biarkan mereka mengamati benda-benda tersebut selama beberapa saat. Setelah itu, tutupi benda-benda tersebut dan minta anak untuk mengingat kembali apa yang mereka lihat. Ini akan membantu memperkuat kemampuan memori visual mereka serta meningkatkan konsentrasi dan perhatian terhadap detail.