Sinergitas Koarmada III dan BPBD Papua Barat Antisipasi Bencana Alam Akibat Siklon Tropis Surigae

oleh -94 views

 

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M.Tr.(Han)., mengatakan, Koarmada III meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat dan instansi terkait lainnya sebagai langkah kesiapsiagaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing institusi untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat siklon tropis Surigae.
Berkaitan peringatan dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) dan Langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bibit siklon tropis 94w yang telah menjadi siklon Surigae, Koarmada III dan jajaran telah mengantisipasi termasuk koordinasi dengan BPBD di Manokwari.
“Koarmada III dan jajaran sudah menyiapkan 13 KRI (Kapal Perang RI) untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana di wilayah kerja Koarmada III, khususnya di perairan Papua Barat, Papua, dan Kepulauan Maluku, tegas Pangkoarmada III Laksda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han)., di Mako Koarmada III Jl. Yos Sudarso Katapop, Distrik Salawati, Sorong, Papua Barat, Kamis (15/4/2021).
Senada dengan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir di Manokwari, mengatakan 13 kapal laut itu telah dikoordinasikan bersama Komando Armada III di Sorong. Antisipasi bencana alam perairan timur akibat siklon tropis Surigae, kami siagakan 13 kapal laut bersma TNI AL, kata Derek Ampnir.
“Rapat virtual kami lakukan hari ini. Itu menindaklanjuti Surat Peringatan Dini Kepala BNPB Nomor: B-27/BNPB/D II/PK.03.02/04/2021 tanggal 13 April 2021 tentang peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi Siklon Tropis Surigae. Rapat virtual dilaksanakan Kamis, pukul 13.30 WIT diikuti 47 orang perwakilan unsur TNI/Polri, Basarnas dan BMKG di provinsi ini,” kata Ampnir.
Dikatakan bahwa Surat Edaran BNPB menyebutkan, siklon tropis Surigae ini mempengaruhi wilayah bagian utara Indonesia, khususnya daerah Timur seperti Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua Barat, Papua yang menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan tinggi gelombang yang akan terjadi pada tanggal 13-19 April 2021.

No More Posts Available.

No more pages to load.