Sirkulasi udara merupakan faktor penting untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19 dan adopsi teknologi pintar

oleh -263 views

Sirkulasi udara merupakan faktor penting untuk meminimalkan risiko penyebaran Covid-19 dan adopsi teknologi pintar memainkan peran penting dalam menciptakan sirkulasi udara yang baik dalam ruangan. Teknologi pintar juga dapat merekayasa dan mengelola sirkulasi udara dalam ruangan, serta mendukung efisiensi operasional.

Diketahui bahwa tingkat penularan infeksi Covid-19 di tempat kerja tergolong tinggi karena para pekerja menghabiskan waktu lama bersama rekan-rekanya dalam jarak yang cukup dekat. Sementara itu, banyak perusahaan yang terus mengizinkan para karyawan untuk bekerja dari rumah, tetapi operation hub masih menjadi kebutuhan.

Oleh karenanya, memastikan lingkungan tempat kerja yang sehat dengan operasi yang aman dan sehat menjadi cara untuk mengatasi risiko ketika menjalankan bisnis seperti biasa. Pemerintah Indonesia telah memainkan perannya dengan mempertegas pelaksanaan lingkungan kerja yang sehat melalui Peraturan Pemerintah, tentang Bangunan, yang terdiri dari lima pilar yakni sirkulasi udara dan sistem ventilasi, penerangan, sanitasi, penglolahan limbah, dan bahan bangunan.

“Laporan World Health Organization (WHO) mengonfirmasi bahwa efektifitas sirkulasi dalam ruangan yang dikelola dengan baik dapat mengurangi risiko masalah kesehatan dalam ruangan dan mengurangi penyebaran virus. Teknologi Industri 4.0 dapat membantu mencapai hal tersebut. Manajemen cerdas dalam ventilasi dan filtrasi udara dapat mencairkan konsentrasi aerosol menular di udara yang disirkulasikan ulang,” ujar WengFei Ho, general manajer Temperzone Singapura – sebuah perusahaan manufaktur dan distributor produk pendingin dan ventilasi udara dari Selandia Baru yang terkemuka dalam menyediakan pendingin udara water-cooled.

Salah satu teknologi pintar dalam sirkulasi udara itu adalah solusi pendingin udara dengan sistem water-cooled. Sistem ini merupakan solusi dengan fleksibilitas tinggi dan paling cocok untuk tempat kerja saat ini dengan jam operasional yang bervariasi seperti gedung perkantoran, fasilitas operasi, dan pabrik. Sistem ini berbeda dengan sistem yang biasa digunakan yaitu chillerChiller merupakan sistem pendingin terpusat yang paling cocok bagi bangunan dengan jam operasional tetap, seperti hotel dan supermarket.

“Salah satu solusi pendingin udara kami dengan fleksibilitas tinggi adalah pendingin udara bersistem water-cooled, yang mencakup paket pendingin dalam saluran mandiri yang efisien dan saling terhubung melalui sistem dengan siklus air tertutup. Setiap unit dapat diatur secara mandiri dan merespon beban pendinginan (cooling load) dari ruang yang beroperasi. Unit tersebut menolak panas dan diarahkan kepada putaran air untuk menyediakan mode pendinginan. Temperatur putaran air dipertahankan dalam jalurnya menggunakan menara pendingin air dengan rangkaian tertutup,” kata Ho dalam siaran pers, Senin (21/6).

Sistem water-cooled dapat menjadi aspek krusial dalam pengembangan strategi energi berkelanjutan untuk berbagai bangunan. Sistem ini mengkombinasikan manfaat dari kondensor water-cooled dengan evaporator air-cooled, memberikan performa dengan standar yang berbeda. Sistem ini unggul dalam berbagai aspek, terutama dalam sistem pengaturan mandiri, efisiensi beban parsial, dan sistem fleksibel yang dapat diperluas (expandable).

Bahkan, setiap unit memiliki sistem pengaturannya sendiri. Para penghuni ruangan dapat mengatur masing-masing suhu dan kipas secara individual, tidak tergantung pada pengaturan di ruangan lain. Sistem pengaturan individual ini akan menghasilkan efisiensi dari penghematan energi terbuang dari pendingin udara yang menyala di ruang yang tidak digunakan, serta memberikan kenyamanan lebih bagi penghuni gedung untuk mengontrol setiap area.

Sistem water-cooled itu juga dapat secara efektif dan ekonomis menangani beban parsial serendah 3,5 kW (kilowatt). Hal ini dapat terjadi pada gedung-gedung dengan penyewa yang beragam dan pabrik yang beroperasi lebih sedikit pada akhir pekan dan setelah jam kantor. Kapasitas tersedia hingga 101,6 kW, sistem ini dirancang untuk beroperasi pada sumber listrik individual, mengeliminasi kebutuhan instalasi pembangkit pusat yang mahal. Sistem ini hanya membutuhkan pompa dan menara pendingin untuk beroperasi. Selanjutnya, siklus air akan mensirkulasikan energi pada gedung secara efisien. Kapasitas atau efisiensi unit tidak terpengaruh oleh panjangnya siklus air.

Distribusi udara dapat dirancang sesuai dengan bangunan menggunakan jaringan saluran pipa yang fleksibel. Sistem water-cooled sangat ideal untuk bangunan bertingkat tinggi yang melarang penggunaan balkoni. Sistem ini dirancang secara virtual agar sesuai dengan hampir semua ruang atau rongga internal.

“Sistem unit mandiri ini mencegah percampuran udara antar ruangan. Yakni ketika suatu area terkontaminasi, area lainnya tidak akan terpengaruh. Solusi pendingin udara dengan fleksibilitas tinggi seperti ini seharusnya menjadi standar baru bangunan dalam pandemi Covid-19,” tutur Key Account Manager Temperzone, Kok Boon Wam.

Wam menambahkan, bahwa stem sirkulasi dan ventilasi udara yang dirancang dengan baik pada gedung-gedung yang didukung dengan teknologi pintar dapat mencegah kontaminasi udara dan meminimalisasi penyebaran virus dalam ruangan. “Sistem pendingin dengan feksibilitas tinggi seperti sistem water-cooled dapat mencegah pemborosan energi dan menghemat biaya bagi operator dan pemilik bangunan,” kata dia.

No More Posts Available.

No more pages to load.