ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), perusahaan penyedia jasa pusat data (data center) yang berbasis di Singapura, mengumumkan dibentuknya kerja sama strategis

oleh -1.286 views

ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), perusahaan penyedia jasa pusat data (data center) yang berbasis di Singapura, mengumumkan dibentuknya kerja sama strategis dengan perusahaan konglomerat Indonesia Triputra Group, dan Temasek – perusahaan investasi global – untuk membangun platform operasi pusat data baru di Indonesia.

Joint venture tersebut berencana membangun kampus pusat data pertama di Greenland International Industrial Center, yang berlokasi di Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi. Nantinya, kampus pusat data ini akan terdiri dari beberapa gedung dengan dukungan kapasitas hingga 72 megawatt (MW) guna memenuhi kebutuhan pengembangan teknologi informasi. Ada pun konstruksi fase pertama diharapkan bisa dimulai bulan mendatang dan diperkirakan rampung di Kuartal I-2023.

Bupati Pesawaran

Joint venture ini menandai masuknya STT GDC ke pasar pusat data (data center) Indonesia dan merupakan langkah penting bagi kami untuk bisa menjadi pelaku usaha pusat data yang terdepan di Asia Pasifik. Kami sangat senang bermitra dengan Triputra Group dan Temasek, keduanya memiliki keahlian dan pemahaman pasar yang mendalam di bidangnya masing-masing. Indonesia adalah negara dengan perekonomian berbasis internet yang terbesar dan bertumbuh paling pesat di wilayah Asia Tenggara, berkat tingginya tingkat penggunaan aplikasi dan layanan digital oleh masyarakat. Saya sangat yakin bahwa kemampuan kami dalam merancang, membangun dan mengoperasikan pusat data di negara-negara besar lainnya di Asia, digabungkan dengan pengalaman Triputra Group dalam mengoperasikan bisnis di berbagai sektor di Indonesia, serta pengalaman Temasek dalam berinvestasi di Indonesia maupun global, akan menempatkan kami dalam posisi yang baik untuk dapat melayani kebutuhan ekonomi digital di Indonesia yang sedang berkembang pesat,” kata President dan Group CEO STT GDC Bruno Lopez dalam siaran pers Selasa (25/5).

“Kebutuhan akan layanan digital dan cloud di Indonesia bertumbuh secara eksponensial dan ini adalah waktu yang paling tepat bagi kami untuk masuk ke industri pusat data. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan Roadmap Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik dan Roadmap Indonesia Digital 2021-2024 untuk mendukung perekonomian digital yang inklusif, serta mempersiapkan akselerasi pertumbuhan digital terutama untuk pelaku usaha lokal. Triputra Group sangat senang dapat bermitra dengan dua perusahaan besar Singapura yang memiliki rekam jejak sangat baik dalam investasi dan juga keahlian di industri ini,” ujar Direktur Triputra Group Arif Rachmat.

Arif berharap, pihaknya dapat menambahkan pengalaman dan pengetahuan atas pasar lokal, untuk mendorong pertumbuhan bisnis ini lebih jauh.

“Kami yakin pada potensi pertumbuhan digital Indonesia di masa depan. Terlebih lagi, ini akan menjadi pencapaian yang penting bagi perekonomian Indonesia dan kami ingin mendukung Pemerintah untuk mewujudkannya,” katanya.

Sebagai informasi, perekonomian digital Indonesia diproyeksikan bernilai US$ 124 miliar pada 2025, dan akan menjadi yang perekonomian nomor 4 terbesar di dunia pada 2050. Negara berbasis kepulauan ini telah menjadi basis bagi beberapa perusahaan besar di Indonesia yang turut memicu, dan menjadi bagian dalam perkembangan pesat ekonomi digital Indonesia.

Hal itu juga dibantu dengan meningkatnya penetrasi Internet yang mencapai 64,8% atau setara dengan 171 juta orang, dengan sebagian besar adalah penduduk berusia di bawah 35 tahun yang mewakili sekitar 67% dari pengguna internet di seluruh Indonesia. Kemitraan ini pun merupakan cerminan dari kepercayaan diri Indonesia sebagai penerima foreign direct investment (FDI). Pada Kuartal I-2021, FDI yang masuk mencapai US$ 7,72 miliar atau meningkat 14% dibandingkan periode waktu yang sama di 2020. Singapura sendiri merupakan penyumbang FDI terbesar pada 2020, dan tetap memimpin di Kuartal I-2021.

Melalui kemitraan ini, STT GDC akan memperluas dan memperkuat jaringan pusat datanya di Asia dan kini mencakup tiga negara dengan populasi terbesar di Asia, yaitu Tiongkok, India dan Indonesia, serta lokasi-lokasi strategis di Singapura dan Bangkok, Thailand sehingga memperkokoh keberadaannya di pasar-pasar Asia yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tertinggi.

No More Posts Available.

No more pages to load.