Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Polkamgakum Dr. Masyhudi, SH,MH Sampaikan Paparan Pancasila di Pesantren

Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Polkamgakum Dr. Masyhudi, SH,MH Sampaikan Paparan Pancasila di Pesantren

Nasional30 Dilihat

 

DEPOK, – Staf Ahli Jaksa Agung bidang Politik, Keamanan dan Penegakan Hukum (Polkamgakum) pada Kejaksaan Agung RI, Dr. Masyhudi, SH, MH, pada Minggu (19-11-2023),
melakukan sosialisasi Ideologi Pancasila di Pesantren Cendekia Amanah yang beralamat di Jalan Raya Kalimulya , Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila tersebut, Staf Ahli Jaksa Agung itu memaparkan perihal; Netralisasi Aparat Sipil Negara (ASN) Kejaksaan
dalam Pemilu Serentak di 2024 mendatang dengan tema: “Berkhidmat Untuk Peradaban Pesantren Demi Kejayaan NKRI”.

Menurut Masyhudi, nilai nilai Pancasila yang harus dipelajari, dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh bangsa Indonesia termasuk para santri dan Kyai, politik hukum Indonesia dan tugas para santri juga penegak hukum yang dilakukan oleh kejaksaan termasuk
testoratif justice.

Dr. Masyhudi, SH MH yang juga doctor ilmu hukum dari Universitas
Padjajaran Bandung itu memaparkan, bahwa; Pesantren dan Pancasila Dalam Prespektif Hukum Indonesia perlu terus dikembangkan dengan seksama karena saling bertalian.

Nilai yang terkandung dalam Pancasila menurut Masyhudi adalah; dimana Pancasila dibuat agar Masyarakat bisa hidup dengan damai, rukun
sehingga tidak ada konflik dan perpecahan. Nilai, nilai yang
terkandung dalam Pancasila itu yakni; Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan.

Adapun contoh penerapan nilai-nilai Pancasila seperti yang termaktub pada Sila ke-1 yakni: meyakini adanya Tuhan, melaksanakan ibadah untuk diri sendiri, saudara, keluarga dan masyarakat bagi pemeluknya serta
menghargai perbedaan agama. Sementara pada Sila ke-2: mengakui dan memperlakukan
manusia sesuai dengan hakikat dan martabatnya, mengakui persamaan hak, derajat serta tidak membeda-bedakan Ras, Kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Selanjutnya dipaparkan, Pada poin sila ke-3: menempatkan persatuan, kesatuan,
kepentingan, keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi
dan golongan serta menumnbuhkan ras cinta tanah air dan bangsa. Sementara di poin sila ke-4; tidak memaksakan kehendak kepada orang lain,
menghormati dan menghargai pendapat orang lain, dan didalam musyawarah
mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan. Sementara di poin sila ke-5; mengembangkan perbuatan luhur,
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan serta kegotong-royongan,
mengembangkan sikap adil terhadap sesama manusia, menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak orang lain.

“Contoh dari sikap nilai sila ke-5 dalam kehidupan di Masyarakat yaitu; Kerjasama
dan solidaritas, toleransi dan keadilan hukum, pengelolaan lingkungan
yang berkelanjutan, serta pemberian bantuan sosial,” tandas Masyhudi.

Pada paparannya tersebut, masih banyak hal-hal penting yang diungkapkannya.
Seperti politik hukum, elemen penting sebagai konsep dasar politik
hukum dan tentang kejaksaan dalam penegakan hukum serta pandangan santri atas hukum, tugas santri, serta karakter kepemimpinan Nabi
Muhammad SAW yang dapat di teleadani seperti jujur, dapat dipercaya, bijaksana dan cerdas dalam menyampaikan ajaran sesuai yang
diperintahkan Allah SWT.

Staf Ahli Jaksa Agung menyampaikan pemaparannya itu dihadapan Menteri Sandiaga Uno, Deputi BPIP, Perwakilan dari Bank Indonesia, Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH. Abdul Muhaimin, serta jajaran pengurus IPI, Sekjen, juga Bendahara serta para pemimpin Pesantren se-Indonesia