Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja buka suara terkait keterangan yang diberikan saksi dalam sidang kasus korupsi proyek tol

 Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja buka suara terkait keterangan yang diberikan saksi dalam sidang kasus korupsi proyek tol

Ekonomi46 Dilihat

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S Atmawidjaja buka suara terkait keterangan yang diberikan saksi dalam sidang kasus korupsi proyek tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta di PN Jakarta Pusat.  Dalam sidang itu, saksi menyatakan mutu beton Tol Layang MBZ di bawah standar nasional Indonesia (SNI).

Endra memastikan semua prosedur teknis serta evaluasi telah dilakukan Kementerian PUPR mulai uji laik fungsi dan operasi hingga uji beban. “Ya kalau dari kita semua prosedur teknis kita penuhi ya, (perizinannya dari PUPR) termasuk uji bebannya sudah kita lakukan,” ungkap Endra seusai konferensi pers di Media Center Word Water Forum (WWF) 2024, di Nusa Dua, Bali, Kamis (23/5/2024).

Juru Bicara Kementerian PUPR ini mengaku belum menelusuri lebih lanjut mengenai kabar mutu beton Tol MBZ yang di bawah standar. Kendati demikian, apabila terdapat temuan baru, pihaknya akan mempelajari hal tersebut. “Kita perlu klarifikasi lagi nanti,” pungkas dia.

Proyek Tol MBZ diduga dikorupsi dan menyebab kerugian negara mencapai Rp 510 miliar. Perkara tersebut kini sedang disidangkan Pengadilan Tipikor Jakarta. Para terdakwa dalam perkara ini adalah eks Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono, Ketua Panitia Lelang PT JJC Yudhi Mahyudin, Direktur Operasional PT Bukaka Teknik Utama, Sofiah Balfas dan Staf Tenaga Ahli Jembatan PT LAPI Ganeshatama Consulting, Tony Budianto Sihite.

Jaksa mendakwa mereka bersekongkol dalam proses penentuan pemenang lelang, hingga mengubah spesifikasi khusus yang tidak sesuai dengan desain awal dan menurunkan mutu beton.