Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu serta Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Sumatera Barat, mencatat ekspor ikan tuna beku ke Amerika Serikat senilai Rp 2,5 miliar

Ekonomi295 Dilihat

Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu serta Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang, Sumatera Barat, mencatat ekspor ikan tuna beku ke Amerika Serikat senilai Rp 2,5 miliar sepanjang Mei 2023.

Kepala SKIPM Padang, Abdur Rohman di Padang, Kamis, mengatakan total ada 19,7 ton ikan tuna beku yang diekspor sepanjang Mei 2023.

Total hasil perikanan dari Sumbar yang diekspor pada Mei 2023 seberat 19.821,73 kilogram atau 19,8 ton dengan nilai total Rp2,52 miliar.

“Kami mengeluarkan tiga surat kesehatan ikan sebagai dokumen yang melengkapi hasil perikanan ini sebelum diekspor ke negara tujuan,” kata dia.

Selain ikan tuna, Sumbar juga mengekspor ikan garing segar seberat 48 kilogram dengan nilai Rp4.800.000 dan ikan kering seberat satu kilogram.

Sementara itu pada April 2023 total nilai ekspor hasil perikanan dari Sumbar mencapai Rp1,8 miliar yang terdiri dari 30 ribu ekor ikan kerapu yang diekspor ke Hong Kong dengan nilai ekonomi Rp1,8 miliar sementara ikan gariang segar seberat 139 kilogram dengan nilai Rp13.900.000 itu dikirim ke Malaysia.

“Kami terus mendorong agar potensi hasil perikanan ini dapat diekspor secara langsung dari Sumbar ke negara tujuan baik melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman maupun Pelabuhan Teluk Bayur Padang,” katanya.

Menurut dia, pengiriman hasil perikanan secara domestik terus berjalan baik mulai ke Jakarta , Surabaya, Bali dan lainnya. Hasil itu ada juga yang kemudian diekspor dari daerah tersebut.

“Ini yang perlu kami kembangkan dan edukasi ke pengusaha ikan dalam mengelola hasil tangkapan dengan baik sehingga mutu ikan dapat terjaga dengan baik,” kata

Ia mengatakan pemeriksaan yang dilakukan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Kota Padang bertujuan untuk memastikan kualitas ikan yang akan diekspor.

“Kapal melakukan pembongkaran ikan di pelabuhan ini satu kali seminggu dan kami ingin memastikan bahwa hasil tangkapan yang akan diekspor sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata dia.

Selain melakukan cek secara fisik kesegaran ikan hasil tangkapan, dengan ciri-ciri daging ikan masih kenyal dan mata ikan yang masih cerah. Pihaknya juga mengambil sampel ikan untuk diperiksa ke laboratorium.

Menurut dia, seluruh fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh SKIPM Padang telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional untuk memastikan ikan yang akan dikonsumsi masyarakat maupun diekspor terjamin mutunya.

“Di laboratorium kami akan memastikan apakah ikan ini bebas dari formalin, histamin, logam berat dan sesuai dengan permintaan negara tujuan. Apabila bebas maka mereka akan diberikan sertifikat yang menyatakan ikan bersih dari penyakit dan layak ekspor,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *