Stepanus Robin Pattuju mengakui mengatur ulang atau reset handphone (HP) miliknya saat diamankan Divisi Propam Polri

oleh -132 views

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robin Pattuju mengakui mengatur ulang atau reset handphone (HP) miliknya saat diamankan Divisi Propam Polri.

Diketahui, Stepanus diamankan Propam Polri pada Selasa (20/4/2021) setelah beredar informasi dirinya diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Seusai diamankan Propam, Stepanus diserahkan kepada KPK yang kemudian menetapkannya sebagai tersangka penerima suap dari Syahrial terkait penanganan perkara.

Stepanus mengklaim dirinya sendiri yang mengatur ulang telepon genggam tersebut.

“Enggak, enggak (diatur ulang oleh Propam Polri). (Diatur ulang oleh) saya. Saya,” kata Stepanus seusai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Namun, Stepanus tak menjelaskan alasannya mengatur ulang HP miliknya.

“Sudah, sudah ya. Makasih ya,” katanya.

Stepanus mengklaim tak diamankan Propam. Stepanus mengaku saat itu menyerahkan diri.

“Saya menyerahkan diri,” katanya.

Diketahui, KPK menetapkan penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husain dan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus Robin Pattuju bersama Maskur Husain diduga telah menerima suap dari M Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari kesepakatan Rp 1,5 miliar. Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang diusut KPK.

Selain suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga menerima uang sebesar Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, sebesar Rp 438 juta.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.