Suntikan Moril Dewan Pembina SJI HM Ridwan Hisjam: Nama Serikat Jurnalis Indonesia Dinilai Sangat Baik.

oleh -188 views

 

 

 JAKARTA – H.M. Ridwan Hisjam beri suntikan moral pengurus DPP Serikat Jurnalis Indonesia (SJI). Didaulat sebagai Ketua Dewan Pembina SJI, dedengkot aktifis beringin ini antusiasme berikan kiat sukses menjalankan organisasi. “Kenapa pakai kata SERIKAT dalam awalan singkatan SJI?,” tanya Ridwan diawal sesi audience, mengejutkan.

 Awal kata Serikat pada singkatan SJI disebut sebagi nama yang baik. “Karena serikat lebih  bermakna penguatan, persekutuan dan atau persatuan perkumpulan yang kuat dan mengikat. Berbeda dengan makna asosiasi, aliansi dan forum. Hanya bermakna tempat atau wadah diskusi, setelah itu sudah, bubar,’’ tukas Ridwan di Rumahnya Komplek Wisma Asri, Mampang, Jakarta, Jumat (30/4/21)

 Ir. H. M. Ir. H. M. Ridwan Hisjam nama lengkapnya. Pria kelahiran  Surabaya, Jawa Timur, 26 Mei 1958. Meski sudah berumur 62 tahun nampak sehat dan bregas. Selalu bersemangat dengan kalangan aktifis muda.

 Ridwan Hisjam adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI selama lima periode (1997-1999, 1999-2004, 2004-2009, 2014-2019, dan 2019-2024). Ridwan juga bukan tokoh baru di partai beringin dan dunia politik tanah air . Dia pernah menjadi pengurus DPD di Jawa Timur dari 1999 sampai tahun 2005. Bahkan pernah maju sebagai Cawagub Jatim bersama Sutjipto di tahun 2008. Dia juga selalu lolos di parlemen. Terbukti dari 1999-2019 selalu duduk di Senayan. Bahkan pernah menjadi Wakil Ketua Komisi VII DPR menggantikan Eni Saragih di tahun 2018.

 Sebagai pengusaha, dia juga tak boleh dipandang sebelah mata. Ridwan tercatat pernah menjadi Komisaris Utama di PT Sarana Jatim Ventura, kemudian di PT Dharmapena Cipta Media. Pernah juga di PT Sinar Jati Mitra, Grup Equator, kemudian di PT Adhi Karya Amanda.

 Pada Munas Golkar di Ritz Carlton, 4 Desember 2019 Ridwan maju sebagai salah satu kandidat ketum beringin dan mengikuti tahapan sampai akhir meski dipaksa Luhut mundur.

 “Bukan masalah aklmasi gak aklamasi, prosesnya kan ada tahapannya yaitu tahap penjaringan abis itu dukungan 30 persen. Kalau saya dapat dukungan 30 persen ya jalan, kalau tidak otomatis. Sekarang tergantung floor, kalau memang dia menginginkan aklamasi cuman calon tunggal ya itu sudah aspirasi,” tandasnya.

 Kembali ke rencana deklarasi SJI. Ridwan ingatkan soliditas internal organisasi sangat penting. Sebaiknya pengurus  dan keanggotaan dibatasi dan jangan terlalu banyak. Selain lebih mudah kordinasi dan komando, juga meminimalisir potensi permasalahan.

 “Berorganisasi itu, kan menyamakan visi misi untuk mencapai tujuan bersama. Itu tidak gampang. Harus memiliki toleransi dan kesabaran. Masalah pasti muncul. Sebaiknya diselesaikan secara win-win solusi, tanpa menyalahkan orang lain,” paparnya.

 Kunci sukses berorganisasi, lanjut Ridwan, buat mekanisme dan aturan organisasi yang sederhana.  Buatlah susunan pengurus dan  anggran dasar -anggaran rumah tangga bersama, disepakati sebagai aturan main dan jangan dilanggar.  “Itu saja. Jangan ada yang merasa lebih hebat dan merasa paling banyak berjasa dan berkorban. Itu sama halnya membangun keruntuhan rumah yang dibangun sendiri. Ujung ujungnya ribut dan saling menyalahkan!,” tandas Ridwan.

 Mantan Ketua HIPMI dan Ketua REI Jawa Timur peraih anugerah Adhi Makayasa dari presiden Suharto karena berkontribusi membangun 14 ribu rumah RSS di Menganti dan Driyo Rejo, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur inipun mengingatkan pentingnya reword bagi kader yang berdedikasi.

Ridwan juga memberikan pendapat mengenai kesejahteraan anggota dalam suatu organisasi.”Organisasi yg baik harus memberi manfaat dan mensejahterahkan pengurus dan anggotanya,” tambah Ridwan

 “Jadi kalau ada yang kreatif dan dedikasi di organisasi jangan dibuli. Apalagi disyirik. Karena dedikasi sngat dibutuhkan untuk penggerak organisasi. Maka beri kesempatan mereka yang berdedikasi untuk memimpin,’’pungkas Ridwan sambil mengingatkan es kopi kenangan sudah tersedia di meja untuk buka puasa pengurus DPP SJI.

 Sebagai tambahan, selain Ketua Dewan Pembina Ridwan Hisjam, juga berkenan duduk dikursi Dewan Pembina SJI adalah Kabid Humas BNN, Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Pudjo Hartono dan Kapustidatikom BNPB Radtya.

 Hadir dalam audience, Ketua Umum SJI Esa Tjatur Setiawan, Ketua Bidang Organisasi Henny Susanti Sumantri, Sekjen Dipta Wiryawan, Bendahara Rika Fitri, dan Humas Mila Karmila, Jayanu Nyunting. ()

No More Posts Available.

No more pages to load.