Suta Widhya: Ini Bukan Zaman Kolonialisme, Setiap Warga Negara Boleh dan Berhak Mengkritik Pemimpinnya

oleh -339 views

Pledoi Ruslan Buton Mengharuskan, Setiap Warga Negara Berhak Mengkritik Pemimpinnya , Adalah Kapten Purn Ruslan Buton di PN Jakarta Selatan yang membuat pengunjung sidang terharu dengan keberaniannya menambahkan pledoinya sendiri (pribadi) yang sudah dibacakan oleh Tim Kuasa Hukum Suta Widhya SH, Rekana Lumbansiantar SH, dan Yanuar S., SH secara bergantian.

 

“Saya bersyukur andai Majelis Hakim membebaskan saya dari tuntutan hukum, dan ikhlas andai saya ditembak mati saja bila masih juga divonis untuk menjalani sisa masa tahanan yang sebagaimana dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” demikian tambahan terdakwa Ruslan Buton di akhir kata-katanya setelah selesai membaca Pledoi, Kamis (4/11) malam di PN Jakarta Selatan pukul 19.19.

Ini bukti tambahan terakhir ke Majelis Hakim untuk jawaban atau tanggapan JPU Sigit andai 11/11 kita lihat JPU tidak mengaku KELIRU atas dakwaannya?

BAGAIMANA DENGAN DENNY SIREGAR anggota buzzer Istana ini apakah bisa diproses hukum?

“Menurut kami JPU tidak perlu ragu andai Majelis Hakim memutuskan terdakwa bebas murni. Karena seluruh argumen dakwaan JPU tidak sempurna, baik dari legal standing pelapor Aulia Fahmi SH dari LSM CI tidak sempurna karena ada tanda tangan atau Surat Kuasa dari Ir. Joko Widodo selalu presiden maupun selaku pribadi. Kedua, dari 3 ahli pihak kepolisian 1 ahli pidana tidak pernah datang yaitu DR. Efendi Saragih SH MH (Ahli Hukum Pidana) , dan kedua ahli lain DR. Andika Dutha (ahli Cyber/bahasa) serta DR. Trubus (ahli sosiologi hukum) tidak menyelesaikan keterangan ahlinya di muka persidangan.”Tutur Suta, Minggu (7/11) pagi di Bogor.

Menurut Suta pula, azas lex spesialis berlaku untuk produk jurnalistik yang telah menjadi konsumsi publik. Mestinya siapapun yang tidak berkenan dengan hasil tulisan di media yang diakui salah seorang pemimpin redaksi nya memiliki Uji Kompetensi Wartawan (UKW), ya memberikan Hak Jawab. Bukan mengkriminalisasi buah pikiran orang.

“Saat ini era Kemerdekaan bukan Kolonialisme Belanda. Juga bukan Kolonialisme bangsa sendiri yang menyambung era lama. Kita ini negara merdeka dan berdaulat. Jadi, sangat tidak pantas kritik dibalas dengan penahanan seseorang meski 1 hari sekalipun,” lanjut Suta.

Untuk itu Suta bertekad untuk terus memberikan advokasi pada kasus – kasus serupa melalui pena yang ia goreskan di berbagai media. Ia paham” menulis adalah mengukir keabadian”. Bila saat ini ia menyampaikan pembelaan terhadap Ruslan Buton bukan hanya di PN tapi juga melalui media massa, maka ia yakin suatu hari kebenaran dan keadilan akan terungkap di masa datang.

No More Posts Available.

No more pages to load.