Suta Widhya: Mungkinkah Harga PCR di Bawah Rp. 20.000 ?

oleh -1.038 views

 

Rapat komisi VI DPR RI dengan Dirut PT. Biofarma, Dirut PT. Kimia Farma, Dirut PT Indofarma, dan Dirut PT. Phapros terkuak Partai Gerindra menyampaikan bahwa harga komponen kits tes PCR seharusnya bisa dibawah Rp 200 Ribu.

“Namun, sebenarnya mungkin saja harga PCR di Indonesia bulan maret dan april 2021 sebenarnya bisa dibawah Rp. 20.000,” duga Suta Widhya SH, pengamat hukum politik.

Trend harga bila diperhatikan memang sudah beberapa kali mengalami perubahan. Awalnya Rp 2,5 juta, kemudian berubah jadi Rp 900 ribu, kemudian berubah lagi menjadi Rp 495 ribu.

“Hari ini harga berkisar menjadi Rp 275 ribu. Minimalis sudah tiga kali terjadi Perubahan. Ini semestinya menjadi objek penyelidikan oleh KPK, ada apa gerangan dengan bisnis kagetan ini?” Tanya Suta kembali.

Menurut Suta, bila terkait mahalnya pengadaan mesin PCR yang bisa memakan harga miliaran, rasanya mustahil. Toh, sejumlah perusahaan asa yang menawarkan mesin tes PCR secara gratis.

Diduga harga saat ini hanya Rp 250 juta. Sehingga bila ada orang bilang investasi miliaran, tidak benar itu. Lab itu hanya butuh Rp 222.222.222,-

Harga kits saat ini ditaksir dibawah 100 ribu rupiah, demikian juga biaya-biaya APD, Nakes, dan lain-lain. Anggaplah untuk modal 1000.000 PCR Kits, coba hitung untung yang diraih?

“Jangan lupa, saat ini perusahaan-perusahaan BUMN farmasi menerapkan biaya PCR sekira Rp. 275. 000 ribu. Menurut kami dengan harga Rp. 100.000 sampai Rp.120. 000 perusahaan-perusahaan BUMN farmasi masih bisa meraup untung besar,” tandas Suta.

Sekjen Gerakan Advokat dan Aktivis ini berharap Indonesia mampu menjual PCR dengan harga bisa dibawah Rp. 20.000 saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.