Tahun ini menjadi kali terakhir Istora Senayan sebagai tempat penyelenggaran turnamen bulu tangkis bergengsi Indonesia Open

Olahraga553 Dilihat

Tahun ini menjadi kali terakhir Istora Senayan sebagai tempat penyelenggaran turnamen bulu tangkis bergengsi Indonesia Open. Edisi berikutnya, Indonesia Open akan dihelat di Indonesia Arena atau Indoor Multifunction Stadion (IMS) Gelora Bung Karno (GBK).

Kapasitas yang jauh lebih besar menjadi pertimbangan utama perpindahan event papan atas dunia itu. Para pencinta bulu tangkis atau badminton lovers menyambut baik perpindahan venue Indonesia Open 2024.

Salah satunya Sari. Badminton lovers yang datang jauh-jauh dari Ambarawa, Jawa Tengah itu menyaksikan aksi atlet bulutangkis tanah air yang menjadi tuan rumah dalam laga perempat final Indonesia Open 2023, Jumat (16/6/2023). Sari mengaku keinginan menyaksikan langsung permainan atlet Indonesia sangat tinggi setiap tahunnya.

“Memang ingin sekali nonton Indonesia Open, tetapi dari dulu kuotanya terbatas. Kebetulan saya di VVIP sekarang senang juga. Kalau tahun depan pindah dengan kapasitas lebih besar, pasti lebih menyenangkan untuk badminton lovers, menampung lebih banyak yang ingin nonton banyak,” ujar Sari.

Badminton lovers lainnya, Aldi jauh-jauh datang dari Bandung membawa keluarga kecilnya untuk menyaksikan langsung perhelatan Indonesia Open 2023. Lengkap dengan atribut memeriahkan dukungan terkhusus untuk tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang berlaga hari ini, ia senang dapat meneriakkan dukungannya langsung dari tribun kepada atlet yang berjuang.

Aldi juga menyambut baik Indonesia Open 2024 dihelat di Indonesia Arena untuk menampung lebih banyak penonton.

“Ya nanti pindah ke Indonesia Arena mudah-mudahan bisa dapat tiket yang lebih banyak, kapasitas juga berkali-kali lipat lebih besar. Senang banget (menyaksikan langsung) dan vibes menggelegar, mudah-mudahan lebih hebat lagi, lebih wah lagi ya,” kata Aldi.

Satu penonton lainnya, Sila mengaku selalu rutin menonton Indonesia Open selama beberapa tahun. Ia pun setuju dengan perpindahan venue Indonesia Open bergeser ke Indonesia Arena dengan kapasitas yang lebih besar dari Istora.

“Kalau pindah saya setuju juga karena untuk kapasitasnya lebih besar, dan kayaknya lebih seru saja sih. Di Istora sebetulnya juga enak, mau duduk di mana saja kelihatan atletnya. Semoga di sana begitu juga, tapi mungkin juga kalau yang tiketnya agak lebih murah alamat kaya ngeliat semut ya,” pungkas Sila sambil tertawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *