Tanda Tanya Besar Dimana Penumpang penderita Covid-19 dalam satu pesawat tim bulutangkis Indonesia

oleh -461 views

Dipaksa mundurnya skuad Merah Putih dari ajang All England 2021 karena ada salah satu penumpang penderita Covid-19 dalam satu pesawat tim bulutangkis Indonesia, masih menjadi tanda tanya besar.

“Hingga saat ini, kami tim Indonesia belum mendapat kabar, baik dari panitia BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) maupun National Health Service (NHS) di bawah pemerintahan Inggris, siapa orangnya, berapa orang dan dari mana asalnya orang positif itu,” kata Manajer tim bulutangkis Indonesia, Ricky Subagja saat konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Sebanyak 20 dari 24 orang yang ada dalam rombongan squad Merah Putih di All England mendapat pemberitahuan via email dari NHS Inggris tentang kewajiban melakukan isolasi selama 10 hari karena satu pesawat dari Istanbul menuju Birmingham, Inggris.

Email NHS tersebut berbunyi: “Anda telah diidentifikasi kontak dengan seseorang yang baru-baru ini dites positif Covid-19. Jadi, Anda harus tinggal di rumah dan mengisolasi diri hingga 23 Maret. Anda harus melakukan ini, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala atau menerima hasil negatif saat dites.”

Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy menyatakan hal ini aneh karena tidak semua anggota rombongan Indonesia yang mendapatkan email dari NHS. Ada empat orang dari tim All England Indonesia yang tidak mendapatkan email untuk kewajiban melakukan isolasi, meski satu pesawat.

Mereka adalah Mohammad Ahsan (pemain ganda putra), Irwansyah (asisten pelatih tunggal putra), Iwan Hermawan (Kasubid Sports Science), dan Gilang (Masseur).

“Kami juga tidak tahu kenapa. Sampai saat ini belum ada penjelasan secara detail. Hal itu menjadi otoritas NHS dan kita juga tidak tahu kenapa. Dari Istanbul-Birmingham memang duduknya pisah-pisah, tetapi berdekatan. Untuk atlet berada di kelas bisnis yang jumlahnya sedikit termasuk Ahsan dan Hendra,” ucap Broto.

Namun ketika ditanyakan mengapa ada jeda antara tes swab saat sampai di Inggris dengan perintah isolasi, Broto juga tidak mengetahui termasuk tim lain. Pihaknya dibuat bingung dengan aturan dari NHS karena sebelumnya tidak adanya sosialisasi.

Namun, lanjut dia, bisa saja hal itu terjadi karena adanya temuan seorang penumpang yang positif covid-19 yang baru diketahui belakangan.

Akibat harus isolasi selama 10 hari sejak kedatangan, PBSI menilai ada kerugian secara materiel. Namun secara jumlah tidak disebutkan angka nominalnya.

“Betul kami akhirnya alami kerugian. Seharusnya kami bisa pulang hari Senin depan, tetapi jadinya pulang hari Rabu. Jadinya nambah hari. Untuk biaya seluruh kontingen dibiayai PBSI. Angkanya saya tidak tahu berapa,” ucap Broto.

Ia juga menjelaskan dengan tidak bermainnya tim Indonesia, memengaruhi peringkat para pemain untuk Olimpiade yang bisa berubah. Namun hal itu masih bisa dikejar karena masih ada tiga turnamen internasional lagi, yakni India, Malaysia, dan Singapura dalam waktu dekat ini.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.