Tangisan Greysia Polii pecah tak lama usai memastikan gelar juara Thailand Terbuka

oleh -427 views

Tangisan Greysia Polii pecah tak lama usai memastikan gelar juara Thailand Terbuka. Masih di pinggir lapangan, Greysia yang menangis menutup wajahnya dengan handuk. Apriyani yang berada di sebelahnya berusaha memeluk dan menghiburnya.

Greysia menangis lantaran mengingat kakak laki-lakinya, Rickettsia yang meninggal dunia pada 23 Desember 2020 lalu. Sang kakak diakui Greysia merupakan sosok pengganti ayah mereka yang telah meninggal kedua dia masih balita.

“Dia seperti ayah saya. Dia 18 tahun lebih tua. Dia memperlakukan saya seperti anak perempuannya dan saya memandangnya sebagai ayah saya. Setelah ayah saya meninggal dunia ketika saya berusia dua tahun, dia mengurus seluruh keluarga. Dia sangat mendukung karier bulutangkis saya,” kenang Polii sambil menangis.

Satu hal yang paling memilukan adalah sang kakak meninggal dunia sehari setelah Greysia melangsungkan pernikahan.

“Dia sudah melihat saya sebagai juara berkali-kali. Sangat menyakitkan. Dia menunggu sampai pernikahanku, dan kemudian dia pergi. Jadi rasanya, wow, dia ingin melihat yang terbaik dalam diri saya, dia menunggu yang terbaik.”

Ujian semakin berat buat Greysia karena setelah kematian sang kakak, beberapa anggota keluarganya didiagnosis dengan Covid-19.

“Saya mempersembahkan gelar ini untuk saudara laki-laki saya. Ini merupakan masa yang sulit bagi keluarga saya, dan setelah saudara laki-laki saya meninggal, beberapa dari mereka jatuh sakit, jadi saya datang ke sini dengan sakit hati, atau lebih tepatnya, selalu memikirkan mereka, setiap malam dan setiap hari saya hanya berdoa kepada Tuhan untuk menjaga mereka semua,” tuturnya.

728×90 Leaderbord

“Saya percaya bahwa kejuaraan ini sangat berarti bagi kami, tidak hanya bagi saya tetapi bagi keluarga saya.”

Meski menghadapi banyak ujian jelang turnamen, Greysia masih mampu menjaga fokus dalam setiap pertandingan.

“Saya masih tidak bisa mengendalikan perasaan saya, apa yang ada di kepala saya, tapi saya sangat fokus, terutama dalam latihan dan turnamen, dan ketika saya memasuki lapangan saya merasakan kekuatan super dari atas, dari dia. Jadi saya ingin mengucapkan ‘terima kasih’ padanya untuk segalanya. ”