Tema : Pasca Kericuhan Demo Mahasiswa 11 April di DPR

oleh -1419 Dilihat

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (11/4/2022). Aksi tersebut awalnya akan digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Namun, kemudian aksi tersebut bergeser kedepan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta.
Massa mahasiswa tiba di depan gerbang DPR RI di Jalan Gatot Subroto sekitar pukul 13.51 WIB namun kedatangan mereka sudah lebih dulu disambut oleh massa non-mahasiswa yang tak diketahui identitasnya. Di antara massa non-mahasiswa itu, terlihat sejumlah orang memakai atribut ojek online, sedangkan sejumlah orang lainnya terdiri dari ibu-ibu yang berteriak-teriak, jumlah mereka hampir sama banyaknya dengan mahasiswa.

Sekitar pukul 14.18 WIB, di tengah orasi massa BEM SI, datang segerombolan massa mengatasnamakan pelajar STM. Tidak lama setelah tiga kelompok massa itu bergabung aksi mulai memanas, massa mulai berupaya mendobrak gerbang Gedung DPR. “Masuk, masuk, masuk!” seru massa saat itu. Di saat itu pula, puluhan botol dan benda-benda lainnya berterbangan ke arah pintu gerbang dan suasanapun mulai tidak kondusif.

Hingga pada saat seorang penggiat media sosial yang diketahui bersangkutan adalah Ade Armando seorang dosen UI terlihat cekcok dengan beberapa massa aksi non mahasiswa yang akhirnya berujung pada pemukulan hingga Ade Armando babak belur di keroyok oleh massa aksi.

Tak sedikit para pengamat politik dan pegiat media sosial memberikan tanggapannya terhadap aksi BEM pada Senin 11 April 2022 lalu yang berujung ricuh dan mengakibatkan adanya korban pengeroyokan seorang dosen Universitas ternama Ade Armando. Salah seorang penggiat media sosial dan pengamat politik Agus Maryono, pada kanal YouTubenya KBN Nusantara mengatakan ‘’sungguh sangat biadab, orang-orang yang berjiwa binatang tega melakukan pengeroyokan secara sadis, ini bukti bahwa ditengah-tengah aksi Mahasiswa ada kelompok radikal yang coba menunggangi’’.

‘’Hal ini sebenarnya sudah diperingatkan oleh pihak kepolisian namun Mahasiswa mengabaikannya, dan yang seperti yang kita lihat Bersama adanya korban pengeroyokan, dan ini pasti bukan ulah murni mahasiswa melainkan adalah ulah dari kelompok radikal tersebut yang bersembunyi di balik aksi BEM lalu’’, sambung Agus Maryono.

‘’Mudah-mudahan, aksi ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa kelompok radikal itu masih berkeliaran, dan dapat menyusup serta menunggangi semua elemen masyarakat dengan maksud menolak segala kebijakan Pemerintah saat ini. Untuk bapak polisi semoga bisa bergerak cepat dalam menangkap para pelaku pengeroyokan Ade Armando’’, pungkasnya.

Hingga saat ini Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan Ade Armando.

No More Posts Available.

No more pages to load.