Terbuka kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar

oleh -225 views

 Terbuka kemungkinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik rem darurat dengan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, jika lonjakan kasus positif Covid-19 harian terus meningkat. Penambahan kasus positif baru di Jakarta hari ini menembus angka 4.144 kasus.

Anies saat ini telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro selama 14 hari ke depan, sejak 15 Juni hingga 28 Juni mendatang. Namun, PPKM mikro, kata Anies bisa dihentikan jika lonjakan kasus positif terus meningkat secara drastis.

Hal ini disampaikan Anies di dalam Keputusan Gubernur Nomor 759 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dalam diktum keempat.

“Dalam hal terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat provinsi, maka perpanjangan PPKM berbasis mikro sebagaimana dimaksud diktum kesatu dapat dihentikan,” tulis Anies dalam keputusan tersebut.

Secara terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Gubernur Anies bukan tidak mungkin untuk mengambil langkah manarik rem darurat dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19.

Gubernur Anies dan jajaran Pemprov DKI bersama jajaran Forkopimda, kata dia, akan melihat situasi perkembangan Covid-19 selama satu sampai dua hari ke depan.

“Dalam waktu dekat nanti Pak Gubernur bersama dengan jajaran kita Forkopimda akan melihat dalam satu sampai dua hari ke depan, apakah kita terus melaksanakan PPKM sampai 14 hari ke depan atau ada kebijakan lain di tengah 14, hari kita masih akan lihat. Setiap hari kita akan lakukan evaluasi pembahasan dan pengawasan,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (17/6/2021).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.