Terjadinya Peningkatan Mobilitas Masyarakat Di Jakarta Sejak Diberlakukannya PPKM Level 4

oleh -266 views

[23.03, 30/7/2021] Mita: Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan mobilitas masyarakat meningkat sejak diberlakukan PPKM level 4 sebagai perpanjangan PPKM darurat. Peningkatan mobilitas terjadi karena sebagian sektor non-esensial dan non-kritikal dibuka kembali di masa PPKM level 4 ini.
“Tiga hari terakhir ini terjadi peningkatan mobilitas oleh masyarakat, Kalau dihitung dari volume arus lalu lintas dari tiga gerbang tol utama yang menuju ke Jakarta yaitu Cililitan, Tomang, dan Halim terjadi peningkatan sampai 30 persen,” ujar Sambodo di kantornya, Polda Metro Jaya (28/07).

Selama perpanjangan ini terdapat pelonggaran seperti diizinkannya beberapa usaha seperti bengkel dan laundry beroperasi. Pelonggaran itu diduga menjadi penyebab m…
[23.04, 30/7/2021] Mita: Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan mobilitas masyarakat meningkat sejak diberlakukan PPKM level 4 sebagai perpanjangan PPKM darurat. Peningkatan mobilitas terjadi karena sebagian sektor non-esensial dan non-kritikal dibuka kembali di masa PPKM level 4 ini.

“Tiga hari terakhir ini terjadi peningkatan mobilitas oleh masyarakat, Kalau dihitung dari volume arus lalu lintas dari tiga gerbang tol utama yang menuju ke Jakarta yaitu Cililitan, Tomang, dan Halim terjadi peningkatan sampai 30 persen,” ujar Sambodo di kantornya, Polda Metro Jaya (28/07).

Selama perpanjangan ini terdapat pelonggaran seperti diizinkannya beberapa usaha seperti bengkel dan laundry beroperasi. Pelonggaran itu diduga menjadi penyebab meningkatnya mobilitas yang masuk ke Jakarta.

“Mungkin hal ini memang (karena) di PPKM level 4 yang terakhir ini kan ada ketentuan bahwa bengkel, barber shop, laundry itu sudah mulai buka. Pekerja-pekerjanya berarti sudah melaksanakan mobilitas,” tutur Sambodo

Lebih lanjut Sambodo mengungkapkan selama PPKM level 4 ini berlaku, pemeriksaan STRP di titik-titik penyekatan masih diberlakukan. Namun sudah tidak ada lagi antrean di titik penyekatan.

“Masih kita berlakukan. Petugasnya sama yang melintasnya sama setiap hari ketemu jadi kan dia pasti hapallah ini orang punya STRP apa enggak, sehingga terlihat seperti longgar, padahal memang dari jauh dia sudah punya STRP sudah menunjukkan dan sudah ketemu.” katanya.

“Yang kedua ojol kan tidak kita periksa lagi cukup dengan identifikasinya, sehingga memang di beberapa titik penyekatan sudah tidak lagi terjadi antrean walaupun volumenya tetap ada,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.