Tersangka dalang pengeboman di sebuah misa umat Katolik di Filipina selatan tewas setelah bentrokan pasukan pemerintah dengan kelompok pro-ISIS

Tersangka dalang pengeboman di sebuah misa umat Katolik di Filipina selatan tewas setelah bentrokan pasukan pemerintah dengan kelompok pro-ISIS

INTERNATIONAL119 Dilihat

Tersangka dalang pengeboman di sebuah misa umat Katolik di Filipina selatan tewas setelah bentrokan pasukan pemerintah dengan kelompok pro-ISIS. Pejabat militer Filipina mengungkapkan hal ini, Senin (12/2/2024).

Aksi serangan bom yang dilakukan kelompok pendukung ISIS di Filipina selatan pada 3 Desember 2023, menyebabkan empat orang tewas dan melukai puluhan lainnya. Serangan dilakukan saat umat Katolik menggelar misa di gedung olahraga universitas di Marawi.

Kota Marawi di Filipina selatan merupakan kota berpenduduk muslim terbesar di negara itu.

Komandan brigade tentara militer Filipina, Brigjen Yegor Rey Barroquillo menyatakan, delapan anggota milisi Dawlah Islamiyah dicurigai melakukan serangan bom di Pulau Mindanao. Sebanyak lima orang tewas dalam operasi perburuan, satu orang telah ditahan dan dua lainnya masih buron.

Di antara korban tewas adalah Khadafi Mimbesa, yang menggunakan nama samaran Insinyur. Pihak militer Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia adalah dalang di balik pengeboman tersebut.

Mimbesa terluka dalam baku tembak antara tentara dan milisi yang bersembunyi di sebuah peternakan di pegunungan dekat kota terpencil Piagapo di selatan pada akhir Januari.

Sembilan milisi, termasuk tiga tersangka pengeboman, tewas dalam pertempuran itu.

Mimbesa terluka dan berhasil lolos. Ia tewas beberapa hari kemudian saat dirawat anggota , kata Barroquillo mengutip laporan intelijen.

Panglima militer Filipina Jenderal Romeo Brawner mendesak anggota kelompok milisi lainnya untuk menyerah dan menghindari nasib yang sama seperti rekan-rekannya yang telah tewas.

Serangan milisi terhadap bus, gereja Katolik dan pasar umum telah berlangsung selama beberapa dekade di Filipina selatan.

Pemerintah Filipina sempat menandatangani pakta perdamaian dengan kelompok pemberontak terbesar di negara itu, Front Pembebasan Islam Moro pada 2014, yang mengakhiri pemberontakan bersenjata mereka.

Namun masih ada kelompok kecil pejuang muslim yang menentang perjanjian perdamaian, termasuk para milisi yang mengaku setia kepada kelompok ISIS.